Listrik Padam Gagalkan Siswi SD Sukabumi Selesaikan Ujian Olimpiade Sains

Share

Gangguan aliran listrik melanda SDN Gandasoli di Kecamatan Cireunghas, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, yang mengakibatkan seorang siswi kelas 5 bernama Nadia Putri Muda Paramita gagal menyelesaikan ujian Olimpiade Sains Nasional daring pada Senin (8/6/2026).

Insiden mati lampu yang berlangsung selama berjam-jam pada detik-detik akhir penutupan olimpiade tersebut memicu isak tangis Nadia hingga videonya viral di media sosial, sebagaimana dilansir dari Detikcom.

Ujian bertaraf nasional untuk mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial ini awalnya berlangsung tanpa hambatan sejak sesi pertama dimulai pada pagi hari.

Pengawas OSN SDN Gandasoli, Isop Sopiah, menjelaskan bahwa kendala teknis berupa pembekuan sistem dan kegagalan log keluar otomatis mulai muncul menjelang akhir sesi terakhir.

"Mati lampu itu kejadiannya di menit-menit akhir sebetulnya, sekitar 15 atau 20 menit lagi ke sesi akhir selesai. Awalnya ada murid yang bilang nge-freeze, kemudian sempat logout sendiri. Setelah berhasil login kembali dan berjalan beberapa menit, tiba-tiba listrik padam total," ujar Isop Sopiah, Pengawas OSN SDN Gandasoli.

Pihak sekolah sempat meminta para siswa bertahan di dalam ruang kelas yang gelap selama tiga jam dengan harapan jaringan listrik kembali normal.

"Memang kaget gitu ya, siswa nggak nyangka, terus bingung aja, bingung ini gimana. Kami menenangkan para siswa, 'Tunggu aja dulu barangkali nanti ada kebijakan lain atau misalnya nyala lagi lampunya.' Tapi ternyata ditunggu-tunggu sampai beberapa waktu tidak nyala lagi. Ya sudah, kami suruh tutup aja laptopnya, pulang," keluh Isop Sopiah, Pengawas OSN SDN Gandasoli.

Ketiadaan pemberitahuan resmi dari pihak PLN mengenai pemadaman tersebut disayangkan oleh pihak sekolah karena membuat mereka tidak menyiapkan daya cadangan.

Kegagalan teknis ini berdampak besar bagi Nadia yang telah melakukan persiapan matang lewat proses belajar intensif selama enam bulan demi mengejar cita-citanya menjadi diplomat.

"Pas awal-awal mati itu masih biasa aja, saya kira awalnya kan bakal bentar tapi ternyata pas udah denger waktu yang tersisa untuk mengerjakan soal tinggal 15 menit lagi tuh saya agak gelisah gitu. Apalagi udah disiapin dari berbulan-bulan, jadi saya juga agak panik sebenernya tuh," ungkap Nadia Putri Muda Paramita, Siswi SDN Gandasoli.

Pihak sekolah berharap kejadian ini menjadi bahan evaluasi serius bagi penyelenggaraan ujian daring ke depan.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
danto-wijaya-kusuma
Author