Louis Leterrier Hadirkan Film Thriller Terjebak di Rumah dengan Ide yang Kurang Eksplorasi
Louis Leterrier menghadirkan film thriller bertajuk The Last House yang mengisahkan sebuah keluarga terperangkap di rumah mereka akibat fenomena misterius yang mengunci semua pintu dan jendela di tengah hujan deras di pinggiran kota Seattle. Film ini menampilkan Jason Delgado (Wagner Moura), seorang insinyur pengangguran, bersama istri dan dua anaknya yang harus bertahan hidup di dalam rumah yang tak bisa mereka tinggalkan, sementara kekuatan tak terlihat perlahan menguasai dunia luar. Desain produksi oleh Kevin Jenkins menjadi elemen kuat film ini, menggambarkan bagaimana rumah yang awalnya nyaman berubah menjadi ekosistem bertahan hidup melalui penyesuaian dan perawatan yang terus menerus.
Namun, meskipun cerita menyentuh pengalaman kolektif masa pandemi, naskah tulisan Matthew Robinson gagal mengembangkan ide tersebut secara mendalam, terutama dalam menggambarkan transformasi emosional dan intelektual karakter anak-anak seiring waktu berjalan.
Wagner Moura dan Greta Lee berperan sebagai pasangan suami istri yang berjuang menghadapi situasi yang menekan, namun dialog yang mereka bawakan sering terasa datar dan tidak membangkitkan ketegangan yang diharapkan. Film ini juga memunculkan kritik terhadap cara penulisan dialog yang terasa dibuat untuk penonton yang tidak sepenuhnya fokus, memperlihatkan filosofi platform Netflix yang dikenal dengan konsep 'second-screen'.
Setelah misteri kunci rumah terungkap, film ini menunjukkan sedikit perkembangan cerita dan cepat berakhir dengan pengungkapan serta resolusi yang terasa terburu-buru. Secara keseluruhan, The Last House mengambil tema besar tentang pengalaman kolektif terkunci di rumah selama pandemi, namun rasa penasaran dan eksplorasi terhadap tema ini sangat terbatas, menyisakan sedikit hal menarik selain penampilan para aktor dan desain makhluk terinspirasi Cthulhu dalam film.