LPDB Koperasi Gandeng Universitas Ottow Geissler Inkubasi 15 KDKMP Papua
Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi terus memperkuat ekosistem koperasi di wilayah timur Indonesia. Langkah ini dilakukan melalui program inkubasi, pendampingan, serta penyaluran pembiayaan dana bergulir bagi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Papua.
Komitmen pengembangan ekonomi masyarakat tersebut ditegaskan dalam Pelatihan Inkubasi Tenant KDKMP Pusat Inkubasi Bisnis Universitas Ottow Geissler Papua di Kota Jayapura, Jumat (31/7), seperti dilansir dari Detikcom.
Sebanyak 15 tenant KDKMP sektor riil mengikuti kegiatan kolaborasi antara LPDB Koperasi dan Universitas Ottow Geissler Papua ini. Program tersebut dirancang untuk meningkatkan kapasitas kelembagaan, tata kelola, perencanaan bisnis, hingga kesiapan dalam mengakses modal pembiayaan.
Direktur Umum dan Hukum LPDB Koperasi Deva Rachman menjelaskan bahwa inkubasi bukan sekadar ajang pelatihan biasa. Program ini menjadi proses krusial dalam membangun fondasi kelembagaan yang sehat, profesional, dan mandiri.
"Target utama program inkubasi adalah menyiapkan koperasi agar memiliki tata kelola yang baik, bisnis yang layak, dan siap mengakses pembiayaan dana bergulir LPDB Koperasi. Kami ingin KDKMP di Papua menjadi koperasi yang sehat, unggul, bankable, dan mampu naik kelas sehingga dapat menjadi penggerak ekonomi masyarakat di daerahnya," kata Deva dalam keterangan tertulis, Senin (24/8/2026).
Deva menambahkan bahwa LPDB Koperasi memfokuskan kegiatannya pada tiga pilar utama: penyaluran pembiayaan, pendampingan, serta inkubasi. Ketiga pilar tersebut saling terhubung agar koperasi tidak hanya menerima kucuran modal, tetapi juga dibekali manajemen yang kuat.
Potensi ekonomi Papua dinilai sangat berlimpah di sektor pertanian, perkebunan, kelautan, perikanan, hingga pariwisata berbasis kearifan lokal. Pengelolaan potensi tersebut membutuhkan wadah koperasi yang memiliki model bisnis jelas dan berkelanjutan.
Kepala Pusat Inkubasi Bisnis Universitas Ottow Geissler Papua Moses Yomunga menyambut baik kepercayaan yang kembali diberikan LPDB Koperasi sebagai mitra pelaksana inkubasi di tanah Papua.
Moses menerangkan bahwa materi pelatihan disesuaikan langsung dengan kebutuhan nyata para pengurus koperasi di lapangan, mulai dari aspek legalitas kelembagaan hingga penyusunan laporan keuangan.
"Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan LPDB Koperasi. Tahun ini kami fokus menginkubasi 15 KDKMP yang bergerak di sektor riil. Materi yang diberikan disesuaikan dengan kebutuhan koperasi, mulai dari tata kelola, rencana bisnis, pembukuan, hingga akses pembiayaan. Kehadiran LPDB memberikan pencerahan bahwa koperasi memiliki peluang untuk berkembang dan memperoleh pembiayaan apabila dipersiapkan dengan baik," kata Moses.
Ia menekankan pentingnya pendampingan jangka panjang bagi pengurus KDKMP agar pengembangan usaha tidak terhenti setelah masa pelatihan selesai.
Moses turut menyuarakan optimisme agar seluruh peserta inkubasi dapat menjadi percontohan bagi pengelolaan koperasi lain di kawasan timur Indonesia.
"Kami berharap 15 koperasi ini dapat menjadi role model bagi koperasi di seluruh Papua. Papua memiliki potensi yang luar biasa, tetapi membutuhkan pendampingan, penguatan manajemen, dan akses pembiayaan agar koperasi benar-benar mampu tumbuh dan memberikan manfaat bagi masyarakat," ujarnya.
Manfaat program ini dirasakan langsung oleh para peserta pelatihan. Sekretaris KDKMP Kampung Nendali, Kabupaten Jayapura, Erick Kawali menyatakan bahwa kegiatan inkubasi menjawab kebingungan jajaran pengurus dalam mengoperasikan koperasi secara riil.
Erick mengungkapkan bahwa sebelumnya banyak pengurus yang ragu mengenai mekanisme pencarian modal serta langkah teknis untuk memulai unit usaha desa.
"Kehadiran LPDB membuat kami merasa sangat terbantu. Wawasan kami terbuka bahwa koperasi tidak berjalan sendiri, tetapi memiliki akses pendampingan dan pembiayaan. Ini memberi kami semangat, motivasi, dan keyakinan untuk menjalankan usaha koperasi serta menjawab kebutuhan masyarakat," kata Erick.
Menurut Erick, materi yang dipaparkan memberikan kepastian arah serta tahapan konkret yang wajib dipersiapkan pengurus agar koperasinya mampu bersaing secara mandiri.
"Yang kami harapkan adalah penguatan seperti ini. Kami diberi pemahaman, motivasi, dan arah yang jelas dalam menjalankan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Kehadiran LPDB telah menjawab salah satu pertanyaan besar kami tentang bagaimana koperasi dapat bergerak dan berkembang," tambahnya.
Kerja sama strategis ini menjadi wujud dukungan nyata terhadap program strategis nasional dalam mengokohkan peran koperasi sebagai pilar utama ekonomi rakyat. Penguatan ekosistem KDKMP diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta meningkatkan kesejahteraan warga Papua secara berkelanjutan.
Agenda pelatihan inkubasi tersebut turut dihadiri Pejabat Fungsional Dinas Perindagkop UKM dan Tenaga Kerja Provinsi Papua Antonius Indarto Wibowo serta Wakil Rektor I Bidang Akademik Universitas Ottow Geissler Papua Meiske Murni Nurbintan Sihombing.