LRT Velodrome Manggarai Rampung Dan Siap Diresmikan Presiden

Share

Pembangunan moda transportasi LRT Jakarta rute Velodrome-Manggarai di Jakarta Selatan telah rampung 100 persen dan siap diresmikan oleh Presiden RI Prabowo Subianto, sebagaimana dilansir dari Detikcom, Senin (24/8/2026).

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau langsung kesiapan operasional infrastruktur tersebut di kawasan Manggarai. Pemprov DKI Jakarta mengusulkan agar prosesi peresmian dapat dilaksanakan pada 26 Agustus 2026, menyesuaikan dengan jadwal kegiatan Presiden.

"Mengenai peresmiannya, kami mengusulkan tanggal 26 Agustus. Waktunya tentunya mengikuti jadwal Bapak Presiden Prabowo Subianto," ungkap Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta.

Pramono menjelaskan bahwa Presiden Prabowo saat ini sedang fokus menangani beberapa isu nasional, termasuk bencana kebakaran hutan dan gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Setelah diresmikan, LRT Velodrome-Manggarai akan langsung beroperasi penuh untuk masyarakat umum dari pukul 05.00 hingga 24.00 WIB.

"Begitu nanti diresmikan oleh Bapak Presiden, maka akan beroperasi penuh. Jadwalnya sama dengan jadwal KRL, dari jam 05.00 pagi sampai dengan jam 24.00 WIB," kata Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta.

Pada tahap awal operasional, rute Kelapa Gading-Manggarai diperkirakan mampu mengangkut 60 ribu hingga 80 ribu penumpang per hari. Jumlah tersebut diproyeksikan terus meningkat seiring makin luasnya jangkauan integrasi antarmoda.

"Kami memprediksi nanti kalau sudah tersambung dari Kelapa Gading sampai Manggarai ini, penggunanya kurang lebih antara 60 sampai 80 ribu penumpang di tahap-tahap awal," jelas Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta.

Selama masa transisi hingga Oktober, Pemprov DKI Jakarta memberlakukan tarif flat sebesar Rp5.000 per perjalanan. Pemprov juga menyediakan skema tarif gratis bagi 15 golongan masyarakat selama masa uji coba.

"Jadi untuk sementara sampai dengan Oktober nanti, tarifnya masih menggunakan tarif flat yang ada sekarang ini, yaitu Rp5.000 per perjalanan," kata Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta.

Kajian mengenai skema tarif permanen LRT Jakarta ditargetkan selesai dan ditetapkan secara bersama-sama pada Oktober mendatang.

"Mudah-mudahan bulan Oktober sudah bisa diputuskan berapa tarif yang akan diberlakukan untuk LRT Jakarta secara keseluruhan, yang akan kita atur bersama-sama," katanya Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta.

Di sisi lain, integrasi fisik berupa akses pejalan kaki dari Stasiun LRT Manggarai menuju Stasiun KRL Manggarai sedang dikerjakan oleh PT Jakarta Propertindo (Jakpro) dan PT Kereta Api Indonesia (KAI).

"Connecting yang akan kami sambungkan dengan Manggarai sekarang kami lagi proses karena ada lahan-lahan KAI yang harus kami pastikan landasan hukumnya supaya tidak bermasalah," kata Iwan Takwin, Direktur Utama Jakpro.

Meskipun integrasi dengan Transjakarta sudah terhubung, akses langsung antarstasiun KRL dan LRT masih dalam tahap penyesuaian lahan.

"Kalau connecting sebenarnya sudah, kami dengan Transjakarta sudah connecting, Transjakarta ke Stasiun Manggarai kan juga sudah. Jadi, integrasi tiga moda ini sebenarnya sudah terjalin sekarang ini," katanya Iwan Takwin, Direktur Utama Jakpro.

Pihak Jakpro memastikan penyambungan jalan kaki langsung tersebut terus dikejar agar dapat selesai tepat waktu.

"Kalau langsung atau direct-nya dari Manggarai ke sini, ini sedang sekarang kami proses bersama KAI," jelas Iwan Takwin, Direktur Utama Jakpro.

Akses fisik penghubung antarmoda di kawasan Manggarai tersebut ditargetkan rampung dan mulai beroperasi pada September 2026.

"Dalam bulan September sudah selesai, sudah bisa dioperasikan," lanjut Iwan Takwin, Direktur Utama Jakpro.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
kartika-dewi-anggraini
Author