Machtkampf di RB Leipzig Ancam Posisi Pelatih Ole Werner

Share

Machtkampf atau perebutan kekuasaan yang sengit sedang bergejolak di jajaran petinggi klub RB Leipzig pada Rabu (17/6/2026), yang mengancam posisi Ole Werner sebagai pelatih kepala. Tekanan besar dari lingkaran internal Red Bull, terutama kelompok yang dipimpin oleh kepala sepak bola global Jürgen Klopp, memaksa Direktur Olahraga Marcel Schäfer untuk mendepak Werner. Dilansir dari fussballdaten.de, friksi ini terjadi karena perbedaan pandangan mengenai arah taktik sepak bola klub, sehingga hubungan antara Klopp dan Werner dilaporkan retak total dalam beberapa bulan terakhir.

Padahal, Werner memiliki rekor impresif dengan rata-rata 1,95 poin per pertandingan, melampaui catatan historis Ralf Rangnick dan Julian Nagelsmann yang hanya mengemas 1,94 poin.

Werner juga sukses membawa Leipzig finis di peringkat ketiga Bundesliga dengan 65 poin dan menyegel tiket Liga Champions, meskipun skuadnya kehilangan pilar penting seperti Xavi Simons, Loïs Openda, dan Benjamin Sesko. Schäfer sendiri diketahui telah dua kali membentengi Werner dari pemecatan pada musim dingin dan musim semi lalu ketika performa tim sempat tidak konsisten.

Namun, para petinggi Red Bull meragukan kapasitas Werner untuk menangani beban kompetisi tiga kali lipat karena dinilai kurang memberikan perkembangan taktis yang signifikan selama sesi latihan. Sebagai langkah antisipasi, manajemen Leipzig disebut-sebut telah membidik mantan bek Bayern Munchen, Martín Demichelis, yang baru saja terdegradasi dari LaLiga bersama RCD Mallorca, sebagai suksesor potensial.

Media Spanyol dan pakar transfer Fabrizio Romano melaporkan bahwa pembicaraan dengan Demichelis telah memasuki tahap akhir, sebuah rumor yang semakin santer karena Klopp berteman dekat dengannya di Mallorca. Jika skenario Demichelis gagal, Red Bull juga telah menyiapkan rencana cadangan dengan memulangkan Danny Röhl dari Glasgow Rangers untuk menukangi RB Salzburg terlebih dahulu. Situasi pelatih ini tidak hanya menentukan nasib Werner yang masih terikat kontrak hingga 2027, tetapi juga memicu spekulasi masa depan Schäfer yang kini mulai dilirik oleh mantan klubnya, Wolfsburg.

Hingga saat ini, seluruh jajaran manajemen RB Leipzig, baik di tingkat regional maupun global, masih memilih bungkam terkait gejolak internal tersebut.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
bram-adhitya-santoso
Author