Ratusan Mahasiswa Demo di Depan Gedung DPR RI Hari Ini

Share

Sebanyak 500 mahasiswa direncanakan menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPR RI pada Jumat (19/6/2026) mulai pukul 13.30 WIB guna menyuarakan sejumlah tuntutan terkait pemulihan kondisi ekonomi dan politik nasional.

Seruan aksi ini sebelumnya diunggah oleh akun Instagram Kepresidenan Mahasiswa Universitas Trisakti pada Kamis (18/6/2026). Rencana pergerakan massa tersebut dikonfirmasi oleh Wakil Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Teknologi Industri Universitas Trisakti, Aisyah, sebagaimana dilansir dari Detikcom.

Massa yang hadir tidak hanya berasal dari Universitas Trisakti, melainkan juga melibatkan gabungan mahasiswa dari Universitas Dian Nusantara (Undira) dan Universitas Esa Unggul.

"Sekitar 500 perkiraan dari kami, setelah berkonsolidasi, kebetulan 500 ini kita nggak sendiri, jadi ada dari Undira dan Universitas Esa Unggul. Kemungkinan kita akan sampai 14.30," kata Aisyah.

Aisyah menjelaskan bahwa ada tiga poin tuntutan utama yang dibawa dalam aksi ini. Tuntutan pertama berfokus pada pemulihan ekonomi dan politik, termasuk penurunan harga bahan pokok dan BBM, peningkatan ketersediaan BBM bersubsidi, serta penghentian pemborosan APBN.

"Kita ada 3 tuntutan dengan subab perpoinnya. Pertama pulihkan ekonomi dan politik; turunkan harga bahan pokok, turunkan harga BBM dan tingkatkan ketersediaan BBM subsidi, hentikan pemborosan APBN," ujar Aisyah.

Selain masalah ekonomi, mahasiswa juga menuntut adanya evaluasi terhadap program kerja pemerintah saat ini, pemberantasan inkompetensi pejabat, perbaikan komunikasi publik, hingga pengembalian supremasi sipil dengan menolak regulasi yang dinilai tidak berpihak pada rakyat.

"Dua berantas inkompetensi pejabat; hentikan sementara dan evaluasi total program MBG, perbaiki komunikasi pemerintah kepada publik. Tiga, kembalikan supremasi sipil ; tolak UU Polri, bebaskan seluruh tahanan politik, hentikan represifitas aparat serta militerisme di Indonesia Timur dan ranah sipil, tolak PSN (program strategis nasional) yang tidak berpihak kepada rakyat," imbuhnya.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
annisa-nur-fadhilah
Author