Makan Keju Setelah Hidangan Manis Berpotensi Lindungi Kesehatan Gigi
Konsumsi hidangan manis seperti es krim, kue, atau permen kerap memicu terjadinya masalah gigi berlubang. Namun, terdapat sebuah anggapan bahwa mengonsumsi keju setelah memakan hidangan manis dapat membantu memelihara kesehatan gigi.
Seperti dilansir dari Detik Health, kebiasaan ini didukung oleh sejumlah riset yang membuktikan kemampuan keju dalam menstimulasi produksi air liur. Proses ini efektif meningkatkan kadar pH di dalam mulut, sehingga meminimalkan potensi kerusakan gigi akibat paparan asam pasca-konsumsi gula.
Meski demikian, kebiasaan memakan keju tidak serta-merta menghapus seluruh dampak buruk dari konsumsi gula. Langkah ini juga tidak dapat dijadikan sebagai pengganti dari rutinitas membersihkan gigi harian.
Penurunan kadar pH di dalam mulut dipicu oleh bakteri yang memanfaatkan sisa gula sebagai sumber energi, lalu memproduksi asam sebagai zat sampingan. Kondisi asam yang berulang tanpa pemulihan alami dapat mengikis mineral pada lapisan terluar atau email gigi, sehingga memperbesar risiko karies.
Sebuah studi dalam jurnal General Dentistry pada 2013 yang menguji 68 anak dan remaja usia 12-15 tahun menunjukkan bahwa konsumsi 12-15 gram keju cheddar memicu kenaikan pH plak gigi dalam 10 hingga 30 menit. Respons positif serupa tidak ditemukan pada kelompok yang mengonsumsi susu atau yoghurt tanpa gula.
Kenaikan pH ini terjadi karena keju merangsang produksi air liur yang bertugas membersihkan sisa makanan dan menetralkan keasaman mulut. Selain itu, kandungan mineral kalsium dan fosfat di dalam keju mendukung proses remineralisasi atau pengembalian mineral pada permukaan email gigi.
Pertimbangan Asupan Kalori Harian
Potensi manfaat keju terhadap gigi bukan berarti membolehkan makanan ini dikonsumsi secara berlebihan setiap kali selesai menyantap hidangan manis. Keju memiliki kandungan kalori serta lemak yang tetap harus dihitung dalam menu makanan harian.
Berdasarkan tinjauan di jurnal Obesity Reviews pada 2017, penambahan berat badan dipicu oleh asupan energi yang secara konsisten melebihi kapasitas energi yang dikeluarkan tubuh. Oleh sebab itu, menambahkan keju setelah pencuci mulut yang dilakukan terlalu sering berisiko meningkatkan asupan kalori harian.
Para ahli tetap memprioritaskan pentingnya membatasi frekuensi konsumsi makanan manis, menjaga kebersihan mulut secara teratur, serta menerapkan pola makan seimbang dibandingkan hanya mengandalkan satu jenis makanan tertentu.