Kaspersky Temukan Malware Berbahaya Menyusup Lewat Wallpaper Steam Workshop

Share

Penjahat siber terus memanfaatkan berbagai celah untuk melancarkan aksi mereka. Elemen sekilas remeh seperti wallpaper kini digunakan sebagai alat untuk menyebarkan malware berbahaya. Perusahaan keamanan Kaspersky menemukan malware yang menyamar sebagai wallpaper animasi untuk komputer desktop.

Program jahat ini dilaporkan telah diunduh ribuan kali oleh pengguna dari platform Steam Workshop. Steam Workshop sendiri merupakan wadah komunitas di dalam aplikasi Steam untuk PC. Layanan ini memfasilitasi pengguna untuk membagikan konten kustom, mulai dari mod, skin, peta, hingga wallpaper untuk game dan aplikasi.

Platform ini juga mendukung penggunaan Wallpaper Engine, sebuah aplikasi kustomisasi desktop. Melalui aplikasi ini, pengguna dapat memasang video, animasi interaktif, hingga aplikasi utuh sebagai latar belakang layar.

Celah tersebut dimanfaatkan oleh peretas untuk menyisipkan berbagai jenis malware, termasuk backdoor dan cryptojacker. Salah satu jenis yang ditemukan adalah backdoor DarkKomet yang berfungsi mencuri informasi akun serta membajak sesi Steam yang sedang aktif. "Kami menemukan puluhan wallpaper aplikasi berbahaya ini beredar di Steam Workshop, dan masing-masing sudah diunduh ribuan – atau bahkan puluhan ribu – kali," kata Kaspersky dalam laporannya, seperti dikutip dari Detik iNET, Minggu (21/6/2026).

Pihak Kaspersky tidak merinci jenis gambar atau tema wallpaper yang paling banyak disusupi. Kendati demikian, tangkapan layar yang disertakan dalam laporan resmi didominasi oleh gambar karakter gadis anime. Penyusupan program jahat ini dilakukan melalui dua metode utama. Hacker membundel langsung ke dalam paket aplikasi wallpaper atau menyembunyikannya di dalam arsip data yang dilindungi kata sandi.

Ketika pengguna memasang wallpaper berbasis aplikasi tersebut, sistem secara otomatis akan memicu eksekusi muatan berbahaya di dalamnya. Metode serangan ini dilaporkan telah berjalan sejak akhir tahun 2025. Sebagian besar korban penyebaran ini terdeteksi berada di China, Rusia, Singapura, Hong Kong, Jerman, Vietnam, India, dan Kanada. Pengumuman ini baru dirilis setelah pihak Steam mengidentifikasi dan menghapus seluruh aplikasi wallpaper berbahaya itu.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
danto-wijaya-kusuma
Author