Mantan Bintang NHL Claude Lemieux Meninggal Dunia di Florida

Share

Mantan penyerang sayap National Hockey League (NHL) dan juara Stanley Cup empat kali, Claude Lemieux, meninggal dunia akibat bunuh diri di sebuah toko mebel di Lake Park, Florida, Amerika Serikat pada Kamis, 28 Mei 2026 dini hari.

Kantor Sheriff Palm Beach County melaporkan bahwa para deputi merespons tempat kejadian perkara sekitar pukul 03.00 waktu setempat setelah menerima laporan dugaan bunuh diri, di mana korban diyakini sebagai Lemieux yang wafat pada usia 60 tahun.

Kabar duka mengenai kepergian mantan atlet yang dikenal dengan gaya bermain agresif dan tangguh ini diumumkan secara resmi oleh Asosiasi Alumni NHL melalui sebuah unggahan di media sosial.

Tiga hari sebelum insiden tersebut, Lemieux sempat menjadi pembawa obor untuk tim Montreal Canadiens sebelum dimulainya Game 3 Final Wilayah Timur di Bell Centre.

Mantan rekan setimnya, Chris Nilan, mengunggah kembali foto kebersamaan mereka di arena tersebut melalui media sosial dengan sebuah pesan penghormatan.

"You never know when you’re going to see someone for the last time. Rest in Peace, Mon Ami." kata Chris Nilan, mantan rekan setim Claude Lemieux.

Pemilik Montreal Canadiens, Geoff Molson, turut menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam atas berpulangnya salah satu mantan pemain terbaik mereka.

"Today is a dark day for the Canadiens family and the entire hockey community," ujar Geoff Molson, pemilik Montreal Canadiens.

Molson menambahkan bahwa Lemieux merupakan sosok kompetitor sengit yang selalu bangkit dalam momen-momen besar di lapangan.

"A fierce competitor who rose to the occasion in big moments, Claude was a relentless, courageous, and tenacious player who led the team to the highest honors. He embodied the very essence of being a Montreal Canadiens player. Today we mourn the untimely passing of one of our champions. Our thoughts are with his family on this difficult day." tutur Geoff Molson.

Sepanjang kariernya, Lemieux memenangkan Conn Smythe Trophy sebagai MVP playoff setelah mencetak 13 gol dalam 20 pertandingan untuk New Jersey Devils pada tahun 1995.

Ia juga sempat memicu rivalitas sengit saat membela Colorado Avalanche pada tahun 1996 akibat skorsing menabrak Kris Draper dari belakang, sebelum akhirnya membawa Avalanche menyapu bersih kemenangan di final.

Mantan pemain Detroit Red Wings, Darren McCarty, yang sering terlibat perkelahian dengan Lemieux di lapangan, mengirimkan pesan video setelah mendengar kabar tersebut dari Draper.

"Sad day: another brother gone," ucap Darren McCarty, mantan pemain Red Wings.

McCarty menyatakan bahwa kepribadian Lemieux di luar lapangan sangat berbeda dengan karakternya saat bertanding, dan ia meminta siapa pun yang sedang mengalami kesulitan untuk segera mencari bantuan.

"If you’re struggling out there, no matter what, just reach out for some help. It can never be that bad. It’s a sad day, no matter what. Rest in peace, Claude." pungkas Darren McCarty.

Lemieux mencatatkan total 1.449 pertandingan musim reguler dan playoff bersama enam tim berbeda sejak tahun 1983 hingga 2009, serta memenangkan trofi bersama Montreal pada 1986 dan New Jersey pada 2000.

Komisioner NHL Gary Bettman menyebut Lemieux sebagai salah satu pemain laga besar terhebat dalam sejarah hoki.

Setelah pensiun, Lemieux bekerja sebagai agen yang mewakili belasan klien di NHL, termasuk Frederik Andersen, Timo Meier, Moritz Seider, dan Hampus Lindholm.

Pada perayaan 30 tahun kemenangan Stanley Cup Colorado Avalanche bulan Desember lalu, Lemieux sempat merefleksikan arti sebuah kemenangan.

"When it’s happening, when you’re in the middle of it, you don’t quite appreciate it as much as you should." ujar Claude Lemieux saat itu.

Dalam acara tersebut, mendiang mantan rekan setimnya, Chris Simon yang meninggal pada tahun 2024 di usia 52 tahun, diwakili oleh anak-anaknya.

"It’s very difficult, and especially with Chris passing at such a young age," sebut Claude Lemieux.

Lemieux kala itu juga mengingatkan pentingnya bersyukur atas hari-hari yang dimiliki serta menghargai setiap momen kebersamaan.

"We have to count our blessings — be grateful for the days that we have and enjoy and appreciate those times when we get together." sambung Claude Lemieux.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
nadia-fitria-ramadhani
Author