Maroko Andalkan Pemain Liga Inggris Hadapi Skotlandia di Piala Dunia 2026
Tim nasional Maroko mengandalkan pengalaman para pemainnya yang merumput di Liga Premier Inggris untuk meredam keunggulan fisik Skotlandia dalam laga kedua babak penyisihan Grup C Piala Dunia 2026 di Stadion Gillette, Amerika Serikat, pada Sabtu (20/6) pukul 07.30 WIB.
Pertandingan ini menjadi momen krusial bagi kedua tim setelah Maroko sukses menahan imbang Brasil 1-1, sementara Skotlandia mengamankan poin penuh lewat kemenangan tipis 1-0 atas Haiti pada laga pembuka.
Pelatih Maroko Mohamed Wahbi menginstruksikan skuadnya untuk mempertahankan kerapatan formasi demi mengantisipasi permainan bola-bola udara yang menjadi ciri khas lawan.
"Tantangan fisik dari tim Skotlandia akan terlihat pada bola-bola kedua atau permainan udara. Brasil juga kuat secara fisik, tetapi kami perlu tetap dalam formasi yang rapat selama mungkin agar memiliki sebanyak mungkin pemain di sekitar bola… Kami punya rencana." kata Wahbi dalam konferensi pers menjelang pertandingan.
Wahbi menilai ketenangan dalam mengontrol tempo permainan menjadi kunci agar para pemain tidak terpancing oleh skema serangan balik cepat yang kerap diperagakan oleh anak-asuh Steve Clarke.
"Kami perlu mengendalikan pertandingan dan menjaga ketenangan agar pertandingan tidak berubah menjadi serangan bolak-balik yang cepat dari kedua belah pihak, dan kami tidak boleh terlalu tegang. Ini sepak bola; kami memiliki pemain di Liga Premier Inggris, dan they unggul dalam aspek ini, tetapi kami juga unggul dalam hal-hal lain." tambah Wahbi.
Meskipun Singa Atlas kehilangan bek tengah andalan Naif Akrad dan pemain sayap kiri Abdelsamad Al-Zalzuli akibat cedera, juru taktik tersebut menegaskan timnya memiliki kedalaman skuad yang mumpuni.
"Saya tidak akan membicarakan rencana kami kepada Anda, tapi kami sudah siap." lanjut Wahbi.
Tercatat ada enam pemain Maroko jebolan kompetisi tertinggi Inggris yang diturunkan saat menghadapi Brasil, termasuk Issa Diop, Shadi Riad, Nasser Mazraoui, dan Chamseddine Talbi.
"Kami masih memperbaiki banyak hal, dan menetapkan prinsip-prinsip yang jelas sambil memberikan ruang bagi kreativitas para pemain. Ada beberapa hal yang ingin saya lakukan sebelum Piala Dunia, tetapi kami terpaksa melakukannya selama turnamen atau setelahnya." tambah Wahbi.
Wahbi mengingatkan anak asuhnya untuk segera melupakan euforia hasil imbang melawan Brasil karena posisi Skotlandia saat ini masih berada di atas mereka dalam klasemen sementara Grup C.
"Kami memiliki opsi untuk susunan pemain inti, dan kami memiliki solusi di setiap posisi, tetapi kami tetap tenang; bahkan setelah kehilangan Naif dan Al-Zalzuli, Maroko tidak panik." kata Wahbi.
Kewaspadaan tinggi tetap dijaga oleh kubu Maroko mengingat rival mereka memiliki motivasi besar untuk mencetak sejarah lolos ke babak gugur turnamen besar untuk pertama kalinya.
"Kita harus menutup bab Brasil. Skotlandia masih unggul atas kita di grup ini; mereka memiliki tiga poin dan kita hanya satu poin. Kita perlu menampilkan performa yang lebih baik, dan hanya dengan melihat situasi grup ini saja sudah cukup untuk membuat kita tetap rendah hati." tutur Wahbi memungkasi pernyataannya.
Di kubu lawan, kapten tim nasional Skotlandia Andrew Robertson memberikan apresiasi tinggi terhadap perkembangan pesat sepak bola Maroko yang kini tidak lagi berstatus sebagai tim kuda hitam.
"Kami harus fokus pada performa kami sendiri. Tujuan kami adalah memenangkan pertandingan ini, dan tujuan mereka juga sama. Semoga saat peluit akhir berbunyi, kamilah yang tersenyum," kata Robertson yang kini membela Tottenham Hotspur seperti dilansir dari ANTARA.
Optimisme serupa juga disuarakan oleh gelandang muda Maroko berusia 20 tahun, Samir El Mourabet, yang menegaskan kesiapan seluruh elemen tim untuk mengamankan poin penuh.
"Kami mempersiapkan setiap pertandingan dengan cara yang sama. Kami datang untuk menang, telah melakukan persiapan dengan matang, dan seluruh pemain berada dalam kondisi yang baik. Besok kami akan berusaha menunjukkan rasa terima kasih kepada suporter Maroko melalui penampilan kami di lapangan," ujar El Mourabet.
Berdasarkan catatan historis, kedua negara baru bertemu satu kali pada babak penyisihan Grup A Piala Dunia 1998 di Prancis, di mana Maroko saat itu memetik kemenangan telak 3-0 atas Skotlandia.
Pertandingan perebutan tiket babak 32 besar ini dijadwalkan akan disiarkan secara langsung melalui stasiun televisi TVRI serta sejumlah platform penyedia layanan live streaming.