Film Live-Action Masters of the Universe Terancam Flop di Box Office
Waralaba Masters of the Universe akhirnya kembali ke layar lebar melalui film live-action terbaru produksi Amazon MGM Studios pada awal Juni 2026. Momen ini menjadi hal yang sangat dinantikan oleh para penggemar He-Man setelah hampir 40 tahun sejak film versi Dolph Lundgren rilis pada 1987 silam. Sayangnya, kembalinya He-Man ke bioskop tidak berjalan mulus dari segi finansial.
Dilansir dari Detikcom, film ini dilaporkan tampil mengecewakan dan terancam flop di box office meskipun mendapat respons yang cukup positif dari para penonton di media sosial. Berdasarkan data laporan terbaru, film Masters of the Universe (2026) diperkirakan menelan biaya produksi yang sangat masif, yaitu sekitar USD 170 juta. Ironisnya, sejauh ini film tersebut baru berhasil mengantongi pendapatan sebesar USD 87,3 juta secara global dan belum mampu menyentuh setengah dari modal produksinya.
Sebagai perbandingan di internal studio yang sama, Amazon MGM sebelumnya sukses besar lewat film Project Hail Mary yang rilis Maret lalu. Meskipun modalnya lebih besar yaitu USD 200 juta, film tersebut sukses meraup pendapatan global hingga USD 680 juta.
Beberapa faktor dinilai menjadi pemicu lesunya performa He-Man di bioskop, salah satunya adalah ulasan kritikus yang terbelah. Berbeda dengan penonton biasa yang mayoritas terhibur, penilaian dari para kritikus film profesional sangat bervariasi dan terpecah sehingga membuat calon penonton menahan uang mereka. Selain itu, film ini juga kalah saing dengan film lain di periode yang sama. Bioskop tengah diramaikan oleh film-film hits seperti Backrooms dan Obsession yang sukses secara ulasan maupun pendapatan.
Biasanya, film dengan performa sekecil ini akan langsung mematikan rencana waralaba. Namun, Masters of the Universe berada di posisi yang unik karena payung hukum produksinya berada di bawah raksasa digital, Amazon. Kepala Distribusi Teatrikal Amazon MGM, Kevin Wilson, menyatakan bahwa performa pekan pembuka ini justru memvalidasi strategi distribusi holistik mereka. Bagi Amazon, performa di bioskop hanyalah langkah awal untuk mendorong keterikatan penonton jangka panjang saat filmnya nanti masuk ke layanan streaming Amazon Prime Video.
Peluang Sekuel Melalui Performa Digital
Para penggemar tampaknya belum perlu berkecil hati karena pihak studio dan sutradara mengisyaratkan peluang untuk kembali ke dunia Eternia melalui sebuah sekuel belum sepenuhnya tertutup. Sutradara Travis Knight secara terbuka menyatakan ketertarikannya untuk kembali menyutradarai sekuel dan mengeksplorasi cerita Eternia lebih dalam.
"Jika dunia tidak menginginkannya, kami tidak akan menceritakannya," ungkap Knight kepada Variety.
Cerita film Masters of the Universe (2026) ini sebenarnya dirancang sebagai sebuah cerita mandiri yang solid tentang He-Man, Adam, dan Teela. Namun, bagian akhir film memang sengaja menyisakan petunjuk kuat untuk sebuah sekuel yang kini bergantung pada performa digital di Prime Video.