Jean-Philippe Mateta Tolak Perpanjang Kontrak di Crystal Palace
Penyerang Crystal Palace Jean-Philippe Mateta mengisyaratkan bakal meninggalkan kompetisi Liga Inggris demi menuju Serie A Italia setelah memutuskan untuk tidak memperpanjang kontrak kerjanya di Selhurst Park yang kini hanya tersisa durasi satu tahun.
Kabar penolakan perpanjangan kontrak oleh penyerang berkebangsaan Prancis berusia 28 tahun tersebut memicu kembali ketertarikan AC Milan menjelang pembukaan bursa transfer musim panas, seperti dilansir dari CaughtOffside, Gooner Daily, dan laporan jurnalis Nicolo Schira lewat SempreMilan.
Langkah transfer AC Milan berpotensi menghadapi kendala akibat adanya pergantian manajemen menyusul kepergian Massimiliano Allegri, sementara Nottingham Forest juga dilaporkan ikut memantau situasi Mateta di saat Crystal Palace siap mengevaluasi tawaran karena memiliki opsi mempermanenkan striker pinjaman Aston Villa, Evan Guessand.
Jurnalis senior Sky Sport Italia, Gianluca Di Marzio, membeberkan dinamika internal AC Milan pada Januari lalu, di mana direktur olahraga Igli Tare awalnya merekrut Niclas Fullkrug dari West Ham United karena keterbatasan dana, sebelum manajemen mendadak menyediakan anggaran 35 juta euro menjelang penutupan bursa untuk memboyong Mateta.
Kepindahan senilai 30 juta poundsterling tersebut akhirnya kandas pada hari terakhir bursa transfer musim dingin akibat hasil tes medis mendeteksi masalah pada cedera lutut Mateta, yang sempat memicu cemoohan dari suporter serta kekesalan dari rekan setimnya.
Meski demikian, Mateta berhasil bangkit dengan mencetak 15 gol sepanjang musim dan membawa Palace ke final Conference League melawan Rayo Vallecano pada Rabu, 27 Mei 2026, yang membuat nilai pasarnya melonjak hingga mendapat panggilan ke tim nasional Prancis untuk Piala Dunia dari pelatih Didier Deschamps.
Jurnalis olahraga Nicolo Schira memberikan konfirmasi terkait perkembangan minat klub raksasa Italia tersebut terhadap masa depan sang penyerang di level klub.
"Milan masih tertarik pada striker Crystal Palace Jean-Philippe Mateta, yang tinggal selangkah lagi menandatangani kontrak dengan Milan selama jendela transfer musim dingin. Pemain Prancis itu tampaknya siap meninggalkan CPFC setelah Piala Dunia dan Rossoneri berada di jendela tersebut," kata Nicolo Schira, jurnalis olahraga.
Mateta kemudian merefleksikan momentum kebangkitannya setelah melewati periode penuh tekanan akibat pembatalan kesepakatan transfer pada awal tahun.
"It wasn’t easy. It was a lot of work. I worked with some beautiful people who helped me. You just have to believe in yourself," menjelaskan Jean-Philippe Mateta, penyerang Crystal Palace terkait periode penuh tekanan setelah batalnya kesepakatan.
Tekanan mental tersebut sempat memuncak saat Mateta mempertimbangkan opsi operasi lutut pada bulan Maret, di tengah persaingan ketat lini depan setelah kedatangan penyerang baru Jorgen Strand Larsen seharga 48 juta poundsterling.
"It itu tidak mudah," ujar Jean-Philippe Mateta.
Setelah memastikan batal bergabung dengan klub Italia, sang pemain langsung mengalihkan fokus penuh untuk mempercepat proses pemulihan fisik demi kembali merumput bersama skuad The Eagles.
"Itu adalah banyak pekerjaan. Saya bekerja dengan beberapa orang cantik yang membantu saya. Anda hanya harus percaya pada diri sendiri. Ada banyak fase. Saya cedera lalu saya mengalami hal itu dengan Milan," kata Jean-Philippe Mateta.
Kerja keras tersebut membuahkan hasil berupa performa impresif dan kesuburan mencetak gol sejak Maret, yang langsung memikat pelatih Didier Deschamps serta mendatangkan pujian dari mantan penyerang legendaris Prancis Thierry Henry.
"Setelah saya berpikir, saya akan menjalani operasi, tetapi kemudian tidak ada operasi. Setelah itu, saya harus kembali. Saya hanya realistis. Ketika saya tahu itu berakhir dengan Milan, saya tahu saya harus kembali," ucap Jean-Philippe Mateta.
Kesempatan menembus skuad Les Bleus untuk ajang Piala Dunia diakui Mateta menjadi sebuah motivasi masif bagi kelanjutan karier sepak bola profesionalnya.
"Ketika tidak ada operasi, saya tahu saya harus kembali lebih awal di kepala saya dan bekerja keras. Ada striker baru, jadi ada persaingan. Ini hanya sepak bola. Saya bukan yang pertama mengalami ini dan saya tidak akan menjadi yang terakhir. Saya suka tekanan. Saya suka orang-orang berpikir ini sudah selesai padahal belum," tegas Jean-Philippe Mateta.
Kompetisi tertinggi antarnegara tersebut menjadi pembuktian bagi sang penyerang yang merasa sangat bangga atas pencapaiannya setelah melewati masa-masa sulit di level klub.
"It means a lot of things," ungkap Jean-Philippe Mateta.
Rasa tidak percaya juga menyelimuti perasaan pemain yang baru menjalani debut internasional pada Oktober 2025 ini saat menerima surat pemanggilan tim nasional.
"I don’t have the words. It’s a dream. Everyone dreams of playing at the World Cup and they called me. I hope we go there to win," tutur Jean-Philippe Mateta.
Mateta pun bertekad menjaga intensitas latihan yang tinggi bersama skuad Prancis demi merealisasikan target membawa pulang trofi juara.
"Ini berarti banyak hal," aku Jean-Philippe Mateta.
Ungkapan kebahagiaan tersebut terus ia sampaikan mengingat beratnya dinamika cedera dan penolakan medis yang sempat dialaminya beberapa bulan lalu.
"Saya tidak punya kata-kata. Ini adalah mimpi. Semua orang bermimpi bermain di Piala Dunia dan mereka memanggil saya. I berharap kami pergi ke sana untuk menang," kata Jean-Philippe Mateta.
Sebagai penutup, sang penyerang menegaskan komitmennya untuk terus bekerja keras demi memberikan kontribusi maksimal bagi negaranya di turnamen akbar tersebut.
"Saya sangat bangga. Setelah semua hal ini, saya mendapat panggilan untuk Prancis – tim nasional terbaik di dunia. Ini sangat berarti bagi saya. Saya tidak akan berhenti bekerja keras," ucap Jean-Philippe Mateta.