Max Verstappen Perpanjang Kontrak di Red Bull Hingga 2030
Pembalap Red Bull Racing Max Verstappen resmi menandatangani perpanjangan kontrak berdurasi dua tahun yang akan menahannya di tim asal Milton Keynes tersebut hingga akhir musim Formula 1 2030 pada Kamis, 20 Agustus 2026.
Kesepakatan baru ini mengakhiri spekulasi berbulan-bulan mengenai masa depan juara dunia empat kali tersebut di tengah kekecewaannya terhadap regulasi mesin hibrida baru musim 2026 dan ketertarikan dari tim-tim pesaing.
Kepala Tim Red Bull Laurent Mekies meyakinkan Verstappen melalui presentasi PowerPoint terperinci yang memaparkan peta jalan teknis tim untuk periode 2027 hingga 2030, termasuk data unit daya Red Bull Ford dan investasi fasilitas.
Mekies menegaskan bahwa komitmen panjang dari pembalap terbaik di F1 saat ini menjadi bukti kepercayaan besar terhadap visi dan budaya kerja yang diusung Red Bull.
"Ini berita yang sangat fenomenal, saya tidak akan berbohong," kata Laurent Mekies, Kepala Tim Red Bull Racing.
Mekies menambahkan bahwa mempertahankan elemen pembalap utama merupakan fondasi terpenting bagi tim untuk membuka siklus kemenangan baru di era regulasi saat ini.
"Ini adalah pembalap terbaik di grid yang memutuskan untuk berkomitmen kembali kepada tim, untuk menjalani empat setengah tahun lagi bersama tim. Kami menganggapnya sebagai demonstrasi kepercayaan yang luar biasa untuk orang-orang kami, untuk visi kami, untuk budaya kami," ujar Laurent Mekies, Kepala Tim Red Bull Racing.
Ia menekankan bahwa manajemen tim memikul tanggung jawab besar untuk menyediakan paket sasis dan unit daya yang kompetitif demi membawa tim kembali ke papan atas secepat mungkin.
"Kami tidak menganggapnya ringan. Kami tahu ini disertai dengan tanggung jawab yang sangat besar sekarang pada kami untuk memberikan sasis dan unit daya yang sangat, sangat cepat, yang dapat ia gunakan dan dapat membawa kami kembali ke puncak secepat mungkin," tutur Laurent Mekies, Kepala Tim Red Bull Racing.
Mekies mengungkapkan bahwa sejak awal diskusi, pembalap asal Belanda tersebut secara konsisten menyampaikan keinginannya untuk bertahan bersama Red Bull meski sempat frustrasi dengan performa mobil di awal musim.
"Anda tahu, kebenaran sederhananya adalah Max selalu mengatakan bahwa dia ingin bertahan dengan Red Bull," ungkap Laurent Mekies, Kepala Tim Red Bull Racing.
Dalam sesi konferensi pers usai pengumuman resmi di Zandvoort, Verstappen mengakui bahwa opsi pensiun sempat terlintas di pikirannya ketimbang harus pindah ke tim lain.
"Saya lebih dekat ke pensiun daripada berganti tim," kata Max Verstappen, Pembalap Red Bull Racing.
Frustrasi Verstappen memuncak pada awal musim di GP Jepang terkait krisis pasokan energi baterai pada mesin hibrida baru, yang dinilainya mengurangi kenikmatan murni dalam membalap.
"Apakah ini sepadan?" ucap Max Verstappen, Pembalap Red Bull Racing.
Ia sempat mempertimbangkan untuk berhenti dari F1 demi menghabiskan lebih banyak waktu bersama keluarga dan teman-teman ketika tidak lagi menikmati olahraga tersebut.
"Atau apakah saya lebih menikmati berada di rumah bersama keluarga saya? Melihat teman-teman saya lebih sering ketika Anda tidak menikmati olahraga Anda?" ujar Max Verstappen, Pembalap Red Bull Racing.
Verstappen menjelaskan bahwa komunikasinya dengan Kepala Tim Laurent Mekies sempat dibatasi pada awal musim karena ia belum menentukan kepastian masa depannya.
"Setelah beberapa balapan pertama, saya berkata kepada Laurent, 'Jangan datang kepadaku dengan pertanyaan apa pun tentang masa depan'. Karena saya bahkan tidak tahu apakah saya ingin bertahan," kata Max Verstappen, Pembalap Red Bull Racing.
Namun, diskusi intensif dengan pihak F1 dan FIA mengenai perbaikan regulasi mesin serta potensi kembalinya mesin V8 pada 2031 perlahan mengubah pandangannya.
"Saya suka membalap. Saya memiliki banyak diskusi yang sangat bagus dengan F1, tetapi juga dengan FIA. Dan saya pikir kita secara perlahan bekerja menuju sesuatu yang menjadi semakin baik," tutur Max Verstappen, Pembalap Red Bull Racing.
Ia menegaskan telah beradaptasi dengan kondisi regulasi saat ini dan berkomitmen memberikan hasil terbaik bagi tim.
"Juga dari sisiku, tentu saja, saya beradaptasi. Saya menerima situasi tempat kita semua berada dan hanya mencoba membuat yang terbaik dari itu," ucap Max Verstappen, Pembalap Red Bull Racing.
Verstappen juga melihat masa kontrak barunya membuka peluang untuk menilai perkembangan regulasi mesin masa depan secara lebih jelas.
"Juga dengan tahun yang saya tandatangani, itu kembali membuka pintu mungkin, Anda tahu, ketika berpotensi mesin V8 masuk untuk melihat itu lagi juga," ujar Max Verstappen, Pembalap Red Bull Racing.
Selain pembaruan kontrak Verstappen, Red Bull mengonfirmasi bahwa Isack Hadjar harus absen pada GP Belanda akibat cedera pergelangan tangan yang didapat saat libur musim panas.
"Isack baik-baik saja," kata Laurent Mekies, Kepala Tim Red Bull Racing.
Mekies menegaskan tim tidak ingin mengambil risiko atas pemulihan Hadjar dan memilih memberikannya waktu istirahat penuh pekan ini.
"Kami tidak punya alasan untuk mengambil risiko apa pun dengannya. Dia telah melakukan awal musim yang fantastis, dia menjadi semakin kuat setiap kali dia mengendarai mobil ini keluar dari garasi, sesi demi sesi, akhir pekan demi akhir pekan," tutur Laurent Mekies, Kepala Tim Red Bull Racing.
Posisi Hadjar di Red Bull Racing untuk sementara digantikan oleh Liam Lawson, yang membuat pembalap cadangan Yuki Tsunoda kembali membalap untuk Racing Bulls mendampingi Arvid Lindblad.
"Itu juga memberi kami kesempatan untuk menyambut Liam kembali, yang sangat menyenangkan. Dia telah melakukan pekerjaan yang sangat baik di bagian pertama musim ini, dia sangat mengenal generasi mobil ini, dan itu adalah kecocokan yang sempurna," ujar Laurent Mekies, Kepala Tim Red Bull Racing.