Mayapada Hospital Jakarta Selatan Hadirkan Layanan PET-CT Scan Kanker
Oncology Center Mayapada Hospital Jakarta Selatan menyediakan layanan pemeriksaan PET-CT Scan di Poli Kedokteran Nuklir untuk mendukung terapi komprehensif pasien kanker pada Jumat (19/6/2026).
Fasilitas penunjang medis ini mampu mendeteksi penyebaran atau metastasis kanker ke organ hati serta tulang secara tepat, sebagaimana dilansir dari Detik Health. Salah satu pasien penyintas kanker payudara, Askarina, telah melewati rangkaian penanganan modern tersebut.
"Proses pemeriksaan tidak neko-neko dan berlangsung cepat, karena semuanya sudah dijelaskan dengan jelas dari awal," ungkap Askarina dalam keterangan tertulis, Jumat (19/6/2026).
Askarina menilai bahwa proses penanganan penyakitnya menjadi lebih berarti berkat relasi dekat yang terbangun dengan dokter spesialis yang menangani kondisinya.
"Dokter Martha benar-benar selalu ada buat saya. Kalau ada berita buruk, beliau menyampaikannya dengan segenap hati supaya saya nggak kaget. Saat saya stres, beliau datang untuk menghibur, dan kalau ada berita bagus pun, beliau sama senangnya dengan saya," tutur Askarina.
Ketenangan emosional pasien sebelum tindakan diagnostik juga terbantu oleh pendampingan aktif dari staf keperawatan rumah sakit.
"Saya amazed ketika berada di ruang tunggu setelah disuntikkan FDG (zat radioaktif Fluorodeoxyglucose). Ada perawat yang membantu mematikan lampu ruangan, sehingga saya bisa benar-benar rileks, dan para dokter bisa membaca hasil pemeriksaan lebih jelas karena otak lebih rileks," terang Askarina.
Dokter spesialis penyakit dalam sekaligus konsultan hematologi onkologi medik yang menangani Askarina, dr. Martha Iskandar, Sp.PD, KHOM, memberikan evaluasi klinis terhadap kemajuan kondisi pasien yang dipantaunya selama sekitar dua tahun.
"Ibu Askarina adalah salah satu pasien yang awalnya datang dalam keadaan fragile (rapuh), dan sekarang sudah sangat sehat, sudah living a normal life," ungkap dr. Martha Iskandar, Sp.PD, KHOM.
Evaluasi berkala menggunakan teknologi pencitraan mutakhir menjadi standar krusial dalam protokol onkologi untuk memantau efektivitas terapi pencitraan seluler.
"Dalam penanganan kanker modern pada Ibu Askarina, evaluasi dengan PET-CT menjadi bagian penting untuk memastikan terapi berjalan optimal, termasuk mendeteksi kemungkinan penyebaran kanker (metastasis)," terangnya dr. Martha Iskandar, Sp.PD, KHOM.
Mekanisme kerja alat ini diuraikan oleh spesialis kedokteran nuklir rumah sakit tersebut, yang menjelaskan perbedaan fungsional antara deteksi tingkat molekuler dan struktural.
"PET-CT dalam Kedokteran Nuklir ini merupakan teknologi pencitraan berbasis nuklir yang mampu mendeteksi kelainan di tingkat molekuler, sehingga perubahan metabolisme sel kanker dalam tubuh dapat ditemukan lebih awal dibandingkan perubahan morfologi atau anatomis," kata dr. Yustia Tuti, Sp.KN.
Layanan pencitraan seluruh tubuh dengan radiasi rendah ini menjadi alternatif bagi masyarakat karena ketersediaan alat PET-CT Scan dan SPECT-CT Scan masih terbatas di kurang dari 10 rumah sakit di Indonesia.