Megawati Soekarnoputri Meresmikan Renovasi Istana Gebang Blitar

Share

Ketua Umum PDI Perjuangan sekaligus Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri, meresmikan renovasi Istana Gebang di Kota Blitar, Jawa Timur, pada Senin (15/6/2026). Langkah pemugaran situs sejarah tempat masa muda Bung Karno ini bertujuan agar masyarakat dapat meresapi rekam jejak perjuangan Sang Proklamator, seperti dilansir dari Detikcom.

Acara peresmian tersebut dihadiri oleh keluarga besar, termasuk M. Prananda Prabowo, Puti Guntur Soekarno, dan Romy Soekarno. Kompleks rumah berarsitektur kolonial yang berdiri sejak tahun 1884 ini menjadi tempat ditempanya gagasan awal kebangsaan Bung Karno bersama orang tuanya.

Dalam kesempatan tersebut, Megawati mengenang masa-masa sang ayah menahan penderitaan selama puluhan tahun di dalam penjara dan pembuangan demi meraih kemerdekaan Indonesia.

"Tempat ini bukan hanya untuk dikunjungi, tapi untuk diresapi. Saya merenung berhari-hari saat diminta membuka kembali Istana Gebang ini. Apa yang harus saya ceritakan? Apakah hanya tentang tempat tinggal masa kecil Bung Karno? Bukan. Tapi tentang semangat perjuangan beliau," kata Megawati, Ketua Umum PDI Perjuangan.

Megawati menegaskan bahwa Bung Karno tetap mempertahankan optimismenya terhadap kemerdekaan Republik Indonesia meski harus melewati pengasingan panjang di Ende, Bangka, hingga Bengkulu.

"Coba kalian bayangkan, siapa yang mau dipenjara? Siapa yang mau dibuang? Beliau bertahan karena yakin suatu hari negara ini akan ada," kata Megawati, Ketua Umum PDI Perjuangan.

Setelah memberikan pidato, Megawati mengingatkan ribuan peserta yang hadir untuk terus waspada menjaga kedaulatan bangsa agar tidak kembali dijajah oleh kekuatan asing.

"Apakah kalian sudah benar-benar merdeka? Belum. Kita tetap akan dijajah jika tidak waspada. Maukah kalian dijajah lagi?" teriak Megawati, Ketua Umum PDI Perjuangan.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan peresmian monumen patung Bung Karno setinggi 5 meter karya seniman Gunadi asal Bantul. Setelah itu, Megawati melakukan napak tilas ke dalam museum untuk meneliti setiap sudut bangunan historis tersebut.

Melihat kondisi ruangan dan koleksi foto yang mulai kusam, Megawati menginstruksikan manajemen agar menutup museum selama satu hari dalam seminggu demi perawatan berkala.

"Saya minta museum ini ditutup sehari. Bersihkan semuanya. Barang-barang di sini harus dirawat dengan baik," ujar Megawati, Ketua Umum PDI Perjuangan.

Megawati juga sempat memberikan kursus kilat kepada dua orang petugas karena menilai pengetahuan mereka mengenai detail sejarah masa kecil Bung Karno masih sangat terbatas.

"Harus ada kursus khusus untuk menambah pengetahuan tentang Bung Karno, terutama masa kecilnya dan convexes pribadinya. Pegawai museum harus diberi kursus supaya pengunjung mengerti dengan penjelasan mereka," tegas Megawati, Ketua Umum PDI Perjuangan.

Megawati kemudian menyoroti minimnya jumlah personel yang bertugas menangani ratusan pengunjung harian di situs sejarah tersebut.

"Harusnya bisa ditambah jadi 10 orang. Mana Pak Wali? Bisa ada anggarannya nggak untuk penambahan staf?" ujar Megawati, Ketua Umum PDI Perjuangan.

Wali Kota Blitar H. Syauqqul Muhibbin yang mendampingi langsung menyetujui usulan penambahan staf serta perekaman pertanyaan pengunjung. Rangkaian acara ditutup dengan pengecekan sumur tua di area kompleks yang dipastikan masih berfungsi mengalirkan air dengan lancar.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
farhan-dwi-ramadhan
Author