Melinda French Alami Trauma akibat Interaksi dengan Jeffrey Epstein
Mantan istri Bill Gates, Melinda French, mengungkapkan ingatan traumatisnya yang memicu reaksi fisik hebat saat diwawancarai mengenai hubungannya dengan mendiang predator seksual, Jeffrey Epstein, pada Minggu (14/6/2026).
Sebagaimana dilansir dari Detik iNET, interaksi antara pendiri Microsoft tersebut dengan Epstein menjadi salah satu faktor yang memicu perceraian Bill Gates dan Melinda pada tahun 2021 silam setelah mengarungi bahtera rumah tangga selama 27 tahun.
Melinda French mengisahkan kepada The Guardian bahwa dirinya hanya pernah satu kali bertemu dengan Epstein, namun pertemuan singkat itu langsung memberikan kesan yang sangat buruk hingga menyebabkannya mengalami mimpi buruk.
Dalam sesi wawancara tersebut, suasana sempat menegang ketika Melinda berusaha menenangkan diri dengan mengalihkan pandangannya ke luar jendela sebelum akhirnya memegang dada dan menggambarkan situasi emosional yang ia rasakan.
"Jantungku berdebar kencang," kata Melinda French.
Dia kemudian melanjutkan penjelasannya mengenai pentingnya mendengarkan intuisi atau naluri personal ketika sedang berhadapan dengan seseorang yang memiliki aura jahat.
"Pernahkah Anda dalam hidup Anda berada di dekat seseorang yang Anda tahu pasti jahat? Nah, itu dia. Anda sudah mendapatkan jawabannya. Kita perlu mendengarkan perasaan kita tentang orang lain," sambung Melinda French.
Setelah memberikan pernyataan tersebut, ibu tiga anak ini langsung menunjukkan reaksi spontan dan menegaskan bahwa dirinya tidak ingin lagi melanjutkan pembahasan mengenai topik sensitif tersebut.
Jurnalis yang mewawancarainya menyadari situasi tersebut dan segera menyampaikan permohonan maaf setelah melihat perubahan tata bahasa Melinda yang mendadak menjadi kacau akibat tekanan emosional.
"Ya. Perempuan mana pun yang pernah berada di dekat seseorang yang jahat atau pernah mengalami hal itu, dan kemudian jika Anda berada di dekat orang jahat lainnya. Pokoknya tidak, tidak," tutur Melinda French.
Melihat respons tersebut, pewawancara menangkap adanya reaksi mendalam yang dialami Melinda, yang kemudian langsung dibenarkan olehnya secara singkat.
"Reaksi viseral, ya," sela Melinda French.
Kondisi psikologis Melinda French sebelum keputusan perceraiannya ternyata cukup berat, di mana ia juga sempat mengalami serangan panik yang berulang selama beberapa bulan.
Situasi wawancara kembali mencair dan Melinda kembali bersikap normal seperti biasa setelah topik pembicaraan dialihkan oleh pewawancara dari ranah personal ke pembahasan mengenai isu politik yang lebih luas.
Melinda French memaparkan pandangannya mengenai langkah-langkah strategis yang harus diambil oleh masyarakat untuk melawan segala bentuk misogini modern saat ini.
"Kita harus menempatkan perempuan, jauh lebih banyak perempuan, di posisi kekuasaan. Itulah mengapa saya melakukan pekerjaan ini," aku Melinda French.
Ia menekankan bahwa keterlibatan aktif kaum perempuan dalam struktur kekuasaan tertinggi akan membawa dampak positif yang besar bagi tatanan sosial dunia.
"Ketika perempuan melangkah ke posisi kekuasaan penuh mereka, kita memiliki sudut pandang yang berbeda terhadap masyarakat. Kita adalah fondasi masyarakat. Kita adalah fondasi keluarga," timpal Melinda French.