Memahami Tanda KB Implan Berhasil dan Penyebab Posisinya Bergeser
Kontrasepsi implan menjadi salah satu metode yang banyak dipilih oleh akseptor KB karena kepraktisannya. Alat kontrasepsi berbentuk batang kecil dan tipis ini dipasang di bawah kulit lengan untuk mencegah kehamilan. Dilansir dari HaiBunda, KB implan bekerja dengan cara melepaskan hormon progestin secara perlahan ke dalam aliran darah.
Metode ini memiliki masa efektivitas yang cukup panjang, yakni dapat digunakan hingga lima tahun. Batang implan memiliki ukuran panjang sekitar 1.6 inci atau 4 cm dengan diameter berkisar 1/8 inci. Alat yang fleksibel ini memiliki bentuk dan ukuran yang menyerupai batang korek api.
Hormon progestin yang dilepaskan KB implan berfungsi menghentikan proses pelepasan sel telur setiap bulan. Selain itu, hormon ini juga menebalkan lendir serviks sehingga sperma sulit masuk ke dalam rahim.
Prosedur pemasangan implan tergolong sederhana dan hanya membutuhkan waktu sekitar lima menit di bagian dalam lengan atas. Petugas medis akan memberikan anestesi lokal sehingga area lengan menjadi mati rasa selama proses penyisipan. Setelah terpasang, implan tidak akan berpindah ke bagian tubuh lain dan tetap berada di lokasi pemasangan. Pengguna dapat merasakan keberadaan batang kecil tersebut saat meraba kulit di atasnya.
Efektivitas KB implan sangat bergantung pada waktu pemasangannya. Alat ini membutuhkan waktu hingga tujuh hari untuk mulai bekerja aktif dalam tubuh jika dipasang di luar siklus menstruasi. Bila pemasangan dilakukan dalam 5 hari pertama siklus menstruasi, perlindungan terhadap kehamilan dapat langsung aktif. Jika dipasang di luar waktu tersebut, penggunaan kondom diperlukan selama tujuh hari pertama saat berhubungan intim.
Efek Samping Setelah Pemasangan
Pemasangan implan di bawah kulit melibatkan sayatan kecil yang dapat meninggalkan bekas luka yang sangat minim. Setelah bius lokal habis, lengan biasanya akan terasa sedikit nyeri dan memar selama kurang lebih satu minggu. Penggunaan perban selama 24 hingga 48 jam dapat membantu mengurangi memar serta rasa nyeri.
Area kulit di sekitar implan juga terkadang terasa gatal dalam beberapa hari, namun pengguna dilarang menggosoknya. KB implan secara umum sangat aman digunakan, meski beberapa efek samping dapat muncul seiring adaptasi tubuh. Perubahan siklus menstruasi menjadi efek samping yang paling sering dilaporkan oleh pengguna.
Siklus menstruasi dapat menjadi lebih ringan, tidak teratur, muncul flek di antara periode haid, atau bahkan berhenti sepenuhnya. Beberapa pengguna juga melaporkan keluhan lain seperti sakit kepala, nyeri payudara, jerawat, hingga penambahan berat badan.
Penyebab Posisi KB Implan Bergeser
Kasus KB implan yang bergeser atau bermigrasi dari posisi semula sebenarnya sangat jarang terjadi. Alat ini didesain modern agar sulit bergerak setelah jaringan kulit di sekitarnya pulih dalam beberapa minggu. Pergeseran minor sekitar beberapa milimeter merupakan hal yang normal dan tidak memengaruhi efektivitas kontrasepsi.
Namun, pergeseran yang jauh atau migrasi besar biasanya dipicu oleh kesalahan prosedur penyisipan sejak awal. Tanda utama implan bergeser adalah ketika batang tersebut sudah tidak dapat diraba lagi di bawah kulit. Kondisi ini berisiko menurunkan proteksi terhadap kehamilan sehingga memerlukan pemeriksaan medis segera.
Ada beberapa faktor yang menyebabkan KB implan bergeser ke jaringan yang lebih dalam:
- Kesalahan pemasangan yang terlalu dalam ke dalam jaringan otot.
- Sudut penempatan yang keliru sehingga memicu implan tergelincir ke lapisan fasia.
- Penempatan yang tidak sengaja dekat atau masuk ke dalam pembuluh darah vena.
- Gerakan fleksi dan relaksasi otot bisep serta trisep yang berulang pada implan yang terlalu dalam.
- Tarikan dari jaringan parut alami yang terbentuk saat proses penyembuhan kulit.
- Trauma eksternal, benturan keras, atau aktivitas mengangkat beban berat sesaat setelah pemasangan.
Manfaat Kontrasepsi Implan
KB implan menawarkan tingkat efektivitas yang sangat tinggi hingga lebih dari 99 persen dalam mencegah kehamilan. Sifatnya yang jangka panjang membuat pengguna tidak perlu khawatir terhadap risiko lupa seperti pada penggunaan pil KB.
Tingkat kesuburan atau peluang kehamilan juga dapat kembali dengan cepat setelah alat ini dilepas. Pengguna dapat meminta pihak medis untuk melepas implan kapan saja saat merencanakan kehamilan kembali.
Perawatan mandiri pascapemasangan meliputi konsumsi peredam nyeri dan menjaga perban tetap kering selama 24-48 jam. Pengguna disarankan rutin memeriksa keberadaan implan secara mandiri setelah dua minggu pemasangan.