Mendikdasmen Hapus Budaya Perpeloncoan dalam MPLS
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, secara resmi menghapus budaya perpeloncoan dan senioritas dalam Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2026/2027 pada Senin, 13 Juli 2026. Penegasan tersebut disampaikan dalam acara Sapa Murid SMK dalam Rangka MPLS tahun 2026 yang disiarkan melalui kanal Youtube Kemendikdasmen, sebagaimana dilansir dari Detikcom.
"MPLS bukanlah seremonial yang ditandai dengan perpeloncoan atau senioritas. Senior melakukan berbagai macam tindakan yang mencerminkan senioritasnya yang kadang-kadang tidak diwujudkan dalam keteladanan," ujar Abdul Mu'ti, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah.
Larangan terhadap tindakan perpeloncoan tersebut telah berkekuatan hukum tetap. Aturan ini tertuang secara resmi di dalam Peraturan Mendikdasmen (Permendikdasmen) Nomor 12 Tahun 2026 tentang MPLS.
Melalui kebijakan MPLS Ramah 2026, kementerian bersama satuan pendidikan berkomitmen mengubah tradisi lama demi mewujudkan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, saling menghormati, serta memuliakan guru.
"Sehingga karena itu, melalui MPLS ini, kami mengajak anak-anak sekalian, baik yang hadir di Malang ini, maupun yang mengikuti dari saluran dari seluruh Indonesia, untuk menjadikan momentum MPLS sebagai langkah awal untuk kalian semua menatap masa depan yang gemilang," pesan Abdul Mu'ti, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah.
Penataan sistem ini akan dijalankan secara konsisten oleh pemerintah. Keberhasilan program tersebut bertumpu pada kolaborasi seluruh elemen pendidikan dalam membimbing siswa hidup dalam budaya sekolah yang kondusif.
"Kita berkomitmen untuk senantiasa menghormati dan mencintai orang tua dan guru. Kita senantiasa berkomitmen bersungguh-sungguh untuk belajar dengan sebaik-baiknya demi mencapai cita-cita yang mulia," tutur Abdul Mu'ti, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah.
"Kita senantiasa membangun rasa cinta dan menghormati dan berperilaku yang baik dengan sesama teman, dan kita semua sebagai generasi dan kader bangsa Indonesia senantiasa mencintai dan menegakkan serta membangun bangsa dan negara kita," imbuh Abdul Mu'ti, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah.