Mengenal Perimenopause Fase Transisi Menuju Menopause dan Gejalanya

Share

Fase perimenopause menjadi tahapan alami yang menandai berhentinya masa reproduksi wanita secara bertahap. Dikutip dari HaiBunda, kondisi ini ditandai dengan penurunan produksi hormon oleh ovarium yang membuat siklus menstruasi tidak teratur. Perimenopause umumnya berlangsung selama empat tahun, namun durasinya dapat bervariasi antara beberapa bulan hingga delapan tahun.

Fase ini sering dijumpai pada wanita usia 40-an, meski gejalanya bisa muncul lebih awal sejak usia pertengahan 30-an. Fluktuasi kadar hormon estrogen dan progesteron menjadi pemicu utama munculnya perimenopause. Ketika estrogen melonjak, wanita merasakan gejala mirip keluhan pra-menstruasi.

Sebaliknya, penurunan estrogen memicu sensasi panas tubuh atau hot flashes.

Gejala fisik dan emosional yang menyertai transisi ini meliputi gangguan tidur, keringat malam, hingga perubahan suasana hati yang drastis. Penurunan gairah seksual, kekeringan vagina, nyeri sendi, dan penurunan konsentrasi juga kerap dialami.

Gaya hidup seperti kebiasaan merokok serta riwayat pengobatan kanker, seperti kemoterapi atau radiasi panggul, dapat mempercepat datangnya fase ini. Wanita yang merokok berisiko memasuki masa menopause dua hingga tiga tahun lebih cepat.

Peluang Kehamilan dan Langkah Penanganan

Meskipun tingkat kesuburan menurun dan siklus haid menjadi sangat tidak teratur, ovulasi tetap dapat terjadi selama fase perimenopause. Hal ini membuat peluang kehamilan secara tak terduga tetap terbuka hingga wanita tidak mengalami menstruasi selama 12 bulan berturut-turut.

Untuk mengelola keluhan yang timbul, penanganan medis dapat disesuaikan dengan tingkat keparahan gejala. Tenaga medis dapat merekomendasikan terapi penggantian hormon, penggunaan pil kontrasepsi, IUD Mirena, hingga pemberian antidepresan atau krim vagina.

Perubahan gaya hidup mandiri turut membantu meredakan keluhan. Mengonsumsi makanan bergizi, rutin berolahraga penopang beban, membatasi kafein dan alkohol, serta menjaga pola tidur menjadi langkah efektif yang bisa diterapkan dari rumah.

Perbedaan Premenopause, Perimenopause, dan Menopause

Premenopause merujuk pada masa reproduksi aktif ketika siklus haid masih berjalan tanpa menunjukkan gejala perubahan hormon. Pada tahap ini, fungsi reproduksi wanita berada dalam kondisi normal.

Perimenopause merupakan fase transisi aktif di mana kadar estrogen mulai tidak stabil dan memicu berbagai gejala fisik. Sementara itu, menopause ditetapkan secara resmi apabila wanita telah melewati 12 bulan berturut-turut tanpa menstruasi.

Pemeriksaan ke dokter obgyn disarankan apabila muncul gejala yang mengganggu aktivitas harian. Bantuan medis juga diperlukan jika terjadi pendarahan setelah berhubungan seks, muncul gumpalan darah, atau terdapat flek di luar siklus menstruasi.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
rizka-amelia-kusuma
Author