Mengenal Ube Budidaya Umbi Viral yang Sulit Ditemukan Segar

Share

Tren olahan berbasis ube kini tengah menggilai media sosial dan menggugah minat para pencinta kuliner. Berbagai lini usaha FnB pun berlomba menghadirkan kreasi dessert hingga minuman untuk menarik perhatian pelanggan, dilansir dari Detik Health.

Salah satu contohnya terlihat pada brand minuman matcha di kawasan Blok M, Jakarta Selatan. Pelaku usaha tersebut gencar memasarkan produk matcha ube dengan menambahkan pasta serta taburan crumble di atas minuman seremonial matcha.

Meskipun varian olahan ube seperti pasta atau bubuk kian lazim ditemui, ketersediaan umbi ini dalam bentuk segar utuh masih sangat terbatas di Indonesia.

Ahli plant breeding dari Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran, Prof Agung Karuniawan, mengonfirmasi keberadaan ube segar di tanah air. Tumbuhan asal Filipina tersebut sebenarnya dapat tumbuh di Indonesia, meski ketersediaannya tidak sebanyak ubi jalar ungu.

"Bisa, tetapi relatif tidak umum dan tidak semudah menemukan ubi jalar ungu," kata Prof Agung kepada detikcom pada Kamis (20/8/2026).

Masyarakat lokal mengenalnya dengan bermacam julukan daerah, seperti uwi, huwi, ubi kelapa, atau ubi alabio.

Secara taksonomi, Ube (Dioscorea alata) berbeda dari ubi ungu (Ipomoea batatas). Karakteristik pertumbuhannya yang merambat membuat proses budidaya Dioscorea alata jauh lebih rumit dibandingkan ubi jalar yang merambat di atas tanah.

"Jadi kalau konsumen mencari 'ube segar Filipina', ketersediaannya kemungkinan lebih terbatas. Tetapi kalau yang dicari adalah umbi segar Dioscorea alata dengan daging ungu, tanaman tersebut memang sudah ada di Indonesia," tutur Prof Agung.

Kondisi Budidaya Ube di Indonesia

Hingga kini, pengembangan ube atau Dioscorea alata di Indonesia belum ditujukan sebagai komoditas komersial berskala besar layaknya singkong, kentang, atau ubi jalar.

Kementerian Pertanian mencatat aktivitas budidaya kerabat lokal ube ini masih berjalan terbatas di beberapa wilayah. Daerah penyebarannya meliputi Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tenggara, hingga Maluku.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
annisa-nur-fadhilah
Author