Menhut Setujui Nama Anak Gajah Sumatera Nona Seroja
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyetujui pemberian nama 'Nona Seroja' untuk seekor anak gajah Sumatera betina di Taman Nasional Tesso Nilo pada Kamis (11/6/2026), dilansir dari Detikcom.
Nama yang diusulkan oleh Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan tersebut dinilai merepresentasikan ketangguhan sekaligus menjadi simbol optimisme bagi masa depan konservasi gajah Sumatera.
Kelahiran anak gajah dari indukan bernama Ria ini menjadi pengingat pentingnya konsistensi seluruh pihak dalam menjaga kawasan konservasi serta melindungi satwa liar dari berbagai ancaman.
"Saya setuju dengan nama yang diberikan Kapolda Riau. Nona Seroja adalah nama yang indah, cantik, dan memiliki makna yang dalam. Nama itu mencerminkan harapan, kelembutan, sekaligus ketangguhan dalam menghadapi tantangan kehidupan. Semoga Nona Seroja tumbuh sehat dan menjadi simbol optimisme bagi masa depan konservasi gajah Sumatera," ujar Raja Juli, dalam keterangannya, Kamis (11/6/2026).
Menteri Kehutanan menegaskan bahwa perlindungan terhadap satwa liar di habitatnya merupakan tanggung jawab bersama demi kelangsungan ekosistem jangka panjang.
"Kehadiran Nona Seroja adalah kabar bahagia bagi Indonesia. Kita semua memiliki tanggung jawab untuk memastikan ia dan gajah-gajah lainnya dapat hidup aman di habitatnya. Konservasi bukan hanya menjaga satwa, tetapi menjaga masa depan generasi yang akan datang," imbuh Raja Juli.
Usulan nama tersebut disampaikan langsung oleh Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan setelah meminta izin kepada pihak Kementerian Kehutanan sebelum meresmikan nama anak gajah itu.
"Sebelum menetapkan nama untuk gajah ini, kami terlebih dahulu menyampaikan dan meminta izin kepada Bapak Menteri Kehutanan dan alhamdulillah beliau berkenan memberikan persetujuan atas nama yang kami usulkan yaitu 'Nona Seroja'," jelas Irjen Herry Heryawan.
Pemberian nama ini dilakukan di sela kegiatan patroli gabungan di Taman Nasional Tesso Nilo, yang juga disertai dengan prosesi syukuran kecil dan pemotongan tumpeng.
"Seroja adalah bunga yang tumbuh dari lingkungan yang keruh, namun mampu mekar indah dan tetap menjaga kemurniannya," kata Irjen Herry Heryawan.
Filosofi bunga air tersebut dianggap mencerminkan situasi Taman Nasional Tesso Nilo yang penuh tantangan, namun tetap mampu menghadirkan kehidupan baru.
"Karena itu, Nona Seroja kami maknai sebagai simbol kemurnian, ketahanan, keindahan, dan harapan," imbuh Irjen Herry Heryawan.
Kapolda Riau menambahkan bahwa upaya konservasi tidak dapat dibebankan kepada satu instansi saja melainkan membutuhkan kolaborasi multipihak.
"Menjaga Tesso Nilo berarti menjaga warisan alam yang akan kita tinggalkan untuk generasi mendatang," tegas Irjen Herry Heryawan.