Menteri Keuangan Purbaya Proyeksikan Redanya Konflik AS-Iran Longgarkan APBN

Share

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai meredanya konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran akan memberikan dampak positif bagi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), terutama dalam pengelolaan subsidi energi. Penurunan tensi geopolitik di Timur Tengah ini diperkirakan mampu menekan beban subsidi akibat melemahnya harga minyak mentah global yang kini mendekati asumsi anggaran negara.

Kelonggaran anggaran tersebut disampaikan Menkeu Purbaya saat ditemui di Kompleks Parlemen pada Senin (15/6/2026) malam, sebagaimana dilansir dari Bloomberg Technoz. Reduksi kebutuhan subsidi energi dinilai bakal memperluas ruang fiskal pemerintah guna membiayai program-program prioritas nasional yang digagas oleh Presiden.

"Harusnya begitu kan," kata Purbaya, Menteri Keuangan.

Pemerintah sebelumnya telah mengalokasikan sebagian anggaran khusus untuk pos subsidi, sehingga pelonggaran ini diperkirakan menghemat pengeluaran negara secara signifikan.

"Kemarin sebagian anggaran sudah kita sisihkan untuk subsidi. Sehingga akan jauh berkurang. Ada ruang untuk memberi pembiayaan program-program lain yang dianggap penting oleh Presiden," tutur Purbaya, Menteri Keuangan.

Kendati demikian, otoritas fiskal menegaskan akan tetap memantau dinamika kondisi global beserta imbasnya terhadap stabilitas ekonomi domestik sebelum menetapkan kebijakan lanjutan.

"Jadi kita lihat seperti apa, dan baru kita adjust [sesuaikan]," ujar Purbaya, Menteri Keuangan.

Di sisi lain, tercapainya kesepakatan damai yang mengakhiri seluruh operasi militer kedua negara diumumkan langsung oleh Presiden AS Donald Trump melalui unggahan di media sosial.

"Kesepakatan dengan Republik Islam Iran kini telah rampung," tulis Trump, Presiden AS.

Melalui pengumuman tersebut, otoritas penegakan hukum laut dari militer AS juga diperintahkan untuk segera menghentikan blokade yang sempat berlangsung.

"Dengan ini, saya memberikan otoritas penuh untuk membuka kembali Selat Hormuz tanpa biaya, dan secara bersamaan, memerintahkan pencabutan segera blokade Angkatan Naval Amerika Serikat," perintah Trump, Presiden AS.

Sebelum pengumuman resmi dari pihak Gedung Putih, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif pada Minggu (14/6/2026) waktu setempat, telah mengonfirmasi keberhasilan negosiasi damai antara AS dan Iran.

"penghentian operasi militer dengan segera dan permanen." deklarasika Sharif, Perdana Menteri Pakistan.

Kementerian Keuangan mencatat realisasi belanja subsidi dan kompensasi energi hingga Mei 2026 telah mencapai Rp203,7 triliun atau setara 45,6% dari pagu APBN. Lonjakan sebesar 208,2% ini dipicu oleh pembayaran rutin bulanan, yang terbagi atas subsidi sebesar Rp94,8 triliun dan kompensasi senilai Rp108,9 triliun.

Berdasarkan volume penyaluran, BBM bersubsidi telah terealisasi sebesar 6,31 juta kiloliter atau tumbuh 8,6% secara tahunan (YoY). Sementara itu, distribusi LPG tabung 3 kilogram mengalami kenaikan 2,7% menjadi 2,85 juta ton, dan jumlah pelanggan listrik bersubsidi meningkat 2,1% mencapai 43 juta pelanggan dibandingkan periode Januari hingga Mei 2025 yang tercatat sebanyak 42,1 juta pelanggan.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
rizka-amelia-kusuma
Author