Menteri Transmigrasi Dukung Investasi Pusat Data AI Rp 88 Triliun di Batam
Menteri Transmigrasi, Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara, mendukung penuh masuknya investasi sektor digital dan kecerdasan buatan (AI) senilai Rp 88 triliun di Kawasan Nongsa, Kota Batam, Kepulauan Riau pada Rabu (27/5/2026).
Pembangunan AI Data Centre tersebut dinilai mampu memperkuat posisi Batam sebagai pusat pertumbuhan ekonomi digital nasional, sebagaimana dilansir dari Detikcom. Iftitah mengingatkan bahwa pertumbuhan ekonomi harus dibarengi dengan penciptaan lapangan kerja bagi masyarakat setempat.
"Investasi harus memberikan dampak nyata bagi rakyat. Yang paling penting bukan hanya nilai investasinya, tetapi seberapa besar manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat," ujar Menteri Transmigrasi, Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara.
Kementerian Transmigrasi menyatakan kesiapan dalam menyiapkan tenaga kerja yang kompeten melalui program pelatihan keterampilan serta disiplin kerja untuk menyokong kebutuhan industri digital tersebut.
"Kita harus memastikan masyarakat Indonesia, khususnya generasi mudanya, mampu menjadi bagian dari transformasi ekonomi digital dunia. Karena itu, kompetensi dan integritas harus berjalan berbanding lurus," lanjut Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara.
Penyerapan tenaga kerja lokal dari wilayah sekitar kawasan transmigrasi diharapkan dapat memberikan dampak ekonomi yang masif guna menekan angka pengangguran serta kemiskinan.
"Jika masyarakat transmigrasi, yaitu bukan hanya para transmigran tetapi juga masyarakat yang tinggal di kawasan transmigrasi, dapat terserap oleh lapangan kerja dari investasi tersebut, maka multiplier effect-nya akan sangat besar. Pengangguran berkurang, pendapatan masyarakat meningkat, dan kemiskinan dapat ditekan," ucap Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara.
Langkah ini disebut sebagai implementasi dari Pasal 33 UUD 1945 yang mengamanatkan pembangunan ekonomi demi kesejahteraan rakyat banyak sesuai dengan arahan Presiden Republik Indonesia.
"Yang menikmati hasil pembangunan tidak boleh hanya pengusaha dan investor, tetapi juga masyarakat di sekitar kawasan," tegas Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara.
Apresiasi juga diberikan kepada duet pimpinan Batam, Amsakar Achmad dan Li Claudia Chandra, yang dianggap berhasil membangun stabilitas dan memberikan kepastian layanan kepada para investor.
"Kami memberikan apresiasi kepada kepemimpinan Batam hari ini, khususnya duet Bapak Amsakar Achmad dan Ibu Li Claudia Chandra, yang mampu membangun kepercayaan dan optimisme para investor terhadap Batam," ungkap Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara.
Kombinasi antara investasi, infrastruktur, teknologi, serta pembangunan kapasitas manusia menjadi kunci utama dalam mendorong transformasi ekonomi nasional saat ini.
"Tujuan akhirnya bukan sekadar menghadirkan investasi, tetapi memastikan rakyat ikut tumbuh bersama investasi tersebut. Masyarakat harus semakin sejahtera, semakin banyak lapangan kerja tercipta, dan anak-anak muda Indonesia mampu menjadi tuan rumah di negeri sendiri," pungkas Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara.