Merenungkan Kematian Setiap Hari Terbukti Mampu Meningkatkan Kebahagiaan

Share

Merenungkan kematian setiap hari ternyata mampu memberikan dampak positif bagi kondisi psikologis seseorang. Kebiasaan unik ini diterapkan oleh jurnalis senior Kara Swisher yang rutin membaca kutipan tentang kematian demi menghadirkan kebahagiaan dalam hidupnya.

Aktivitas tersebut dilakukan bukan tanpa alasan yang jelas. Langkah ini rupanya terinspirasi langsung dari praktik kebudayaan masyarakat di negara Bhutan.

Masyarakat Bhutan dikenal memiliki indeks kebahagiaan yang sangat tinggi di dunia. Warga di sana terbiasa mengingat kematian hingga lima kali dalam sehari untuk mengikis kecemasan masa depan.

Dikutip dari Detik Health yang melansir CNN pada Jumat (29/5/2026), Kara Swisher menjelaskan pandangannya mengenai manfaat dari kebiasaan tersebut.

"Ketika menerima kematian… itu akan mendorong rasa kebersamaan dan menghadirkan makna hidup," kata Kara Swisher.

Kesadaran akan keterbatasan waktu di dunia juga mendorong seseorang untuk lebih bijak dalam memanfaatkan sisa usia yang mereka miliki.

"Kami tidak akan hidup selamanya di sini. Jadi, apa yang mau dilakukan dengan sisa waktu yang dimiliki?" kata Kara Swisher.

Topik mengenai akhir hayat sering kali dianggap tabu bagi sebagian besar kalangan masyarakat. Kendati demikian, hasil penelitian dari para ahli psikologi justru menunjukkan sudut pandang yang bertolak belakang.

Mengubah perspektif terhadap akhir kehidupan dinilai dapat memicu seseorang untuk menjalani hari-hari dengan kualitas yang jauh lebih baik. Kara Swisher bahkan sempat mengulas tren industri perpanjangan usia atau longevity yang diminati para miliarder dunia.

Para tokoh kaya tersebut rela mengeluarkan dana besar demi menghindari proses penuaan dan kematian. Namun, Kara Swisher menemukan fakta bahwa kebahagiaan sejati diraih dengan cara menerima kepastian kematian secara lapang dada.

Para pakar kesehatan mental menguraikan sejumlah alasan mengapa merenungkan kematian membawa pengaruh baik bagi psikologis manusia.

Peningkatan Motivasi Diri

Kesadaran bahwa waktu manusia di dunia ini terbatas bertindak sebagai pendorong motivasi yang kuat. Hal tersebut membuat seseorang berhenti menunda pekerjaan atau keputusan penting dalam kehidupan mereka.

Menjadi Lebih Mindful

Pemahaman bahwa segala sesuatu dapat lenyap seketika melatih seseorang untuk hidup lebih mindful. Dampaknya, mereka menjadi lebih menghargai momen berharga bersama keluarga dan orang-orang terdekat.

Mengurangi Rasa Takut dan Fobia

Upaya menghindari topik ini justru berpotensi memperparah kecemasan yang tersembunyi di dalam diri. Membicarakan hal tersebut secara terbuka terbukti mampu mengurangi kekuatan menakutkan dari fobia kematian.

Sikap menerima akhir kehidupan bukan berarti sebuah kepasrahan atau tindakan menyerah pada keadaan. Pemikiran ini berfungsi sebagai peringatan terbaik agar manusia dapat mengoptimalkan sisa umur dengan aktivitas yang bermakna.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
farhan-dwi-ramadhan
Author