Metode Masak Roti Canai Peserta MasterChef Tuai Kritik Netizen

Share

Seorang peserta MasterChef asal Malaysia menuai kritik tajam akibat metode yang digunakannya saat membuat roti canai. Cara kontestan tersebut dinilai keliru karena meratakan adonan roti menggunakan alat penggiling.

Roti canai merupakan kuliner yang mendapat pengaruh dari budaya India dan Timur Tengah. Hidangan ini sangat populer di wilayah Asia Tenggara, termasuk Malaysia, Singapura, dan Indonesia.

Secara tradisional, pembuatan roti canai dilakukan dengan membanting dan meregangkan adonan di atas meja. Proses ini bertujuan membuat adonan menjadi sangat tipis dan sedikit transparan sebelum dilipat dan digoreng.

Metode konvensional tersebut masih dipertahankan oleh sebagian besar orang hingga sekarang. Walau demikian, beberapa orang mulai memodifikasi proses pembuatan dengan alat modern.

Langkah modern inilah yang diambil oleh Jamie Tan, kontestan berusia 27 tahun yang mewakili tim Asia-Pasifik dalam ajang MasterChef tersebut. Dilansir dari Detik Food, cuplikan video tantangan memasaknya kini memicu perhatian publik.

Dalam tantangan tersebut, Tan menjelaskan bahwa pembuatan roti canai biasanya memerlukan waktu hingga beberapa jam. Juri sempat memberikan pujian karena dirinya mampu merampungkan hidangan itu dalam waktu satu jam.

Jamie Tan menyajikan roti canai buatannya bersama kari khas Malaysia, nasi lemak, dan salad nanas mentimun. Namun, kemenangan Tan dalam tantangan ini justru memicu kontroversi di media sosial.

Meskipun ada netizen yang memuji pencapaiannya, banyak pihak menyoroti cara Tan meratakan adonan melingkar dengan penggiling. Hal tersebut memicu beragam reaksi negatif di internet.

Salah satu pengguna akun Smartdory melayangkan kritik dan menyarankan agar kontestan tersebut melakukan riset terlebih dahulu. Netizen lain bahkan menilai proses yang dilakukan Tan sebagai sebuah kesalahan besar.

Warganet menilai pembuatan roti canai merupakan seni yang butuh waktu berjam-jam untuk mengistirahatkan, membalik, dan meregangkan adonan demi menghasilkan lapisan renyah yang ikonik, seperti dilaporkan oleh stomp.sg pada 10 Juni.

"Tidak ada jalan pintas," ujar netizen lain.

"Menekan adonan hingga pipih dengan penggiling dan memasaknya terburu-buru selama satu jam benar-benar menghilangkan esensi hidangan tersebut, dan yang tersisa hanyalah adonan pancake gosong yang kenyal," komentar netizen lain.

Netizen tersebut juga berpendapat bahwa kuliner warisan yang ikonik tidak semestinya dibuat ulang tanpa memahami teknik dasarnya terlebih dahulu.

Penggunaan rolling pin atau alat penggiling memang tidak dianjurkan dalam metode tradisional karena berpotensi merusak lapisan adonan. Langkah ini berisiko membuat tekstur roti canai menjadi kurang berserat dan terasa alot.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
melinda-putri-handayani
Author