Militer China Usir Kapal Perang Belanda di Laut China Selatan

Share

Militer China mengusir kapal perang Belanda yang memasuki wilayah Kepulauan Paracel di Laut China Selatan pada Rabu, 28 Mei 2026, akibat tuduhan pelanggaran wilayah udara oleh helikopter kapal tersebut, seperti dilansir dari Bloombergtechnoz.

Komando Teater Selatan militer China menyatakan telah menerapkan langkah-langkah pencegahan elektronik dan peringatan suara setelah fregat HNLMS De Ruyter berulang kali menerbangkan helikopter di kawasan tersebut.

"China dengan tegas menentang" perilaku Belanda, kata Komando Teater Selatan.

Pihak militer Beijing juga memberikan peringatan mengenai dampak dari perjumpaan kedua kekuatan armada laut tersebut di kawasan sengketa.

Konfrontasi ini dapat "dengan mudah menyebabkan kesalahpahaman dan penilaian yang salah." tegas Komando Teater Selatan.

Pemerintah Belanda segera memberikan respons atas tuduhan sepihak dari otoritas militer Tiongkok terkait pelanggaran batas wilayah laut tersebut.

"Fregat tersebut beroperasi sesuai dengan hukum internasional," kata kementerian tersebut.

Kementerian Pertahanan Belanda menyatakan kapal mereka tetap berada di jalur navigasi internasional yang direncanakan dan menolak memberikan rincian operasional lebih lanjut.

Kapal HNLMS De Ruyter sendiri sedang menjalankan misi lima bulan untuk mengampanyekan kebebasan navigasi di Indo-Pasifik setelah sebelumnya menggelar latihan militer bersama pasukan Filipina di Manila.

Sebelum insiden di Kepulauan Paracel terjadi, interaksi antara armada udara China dan kapal Belanda sempat dilaporkan berlangsung dalam kondisi yang kondusif di wilayah perairan yang berbeda.

Pertemuan helikopter Tentara Pembebasan Rakyat dengan fregat di lepas pantai Filipina berlangsung "benar-benar profesional dari kedua belah pihak," menurut Komandan Rodger de Wit dari HNLMS De Ruyter.

Hubungan bilateral kedua negara juga dibayangi ketegangan ekonomi setelah pemerintah Belanda mengambil alih Nexperia, produsen chip canggih, yang berujung gugatan ganti rugi 8 miliar yuan dari Wingtech Technology Co. di pengadilan China.

Menteri Perdagangan Belanda Sjoerd Sjoerdsma dijadwalkan memimpin delegasi ke Beijing pada awal Juli 2026 sebagai upaya untuk memulihkan hubungan diplomatik kedua negara.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
gilang-permana-putra
Author