Militer Iran Serang Fasilitas Militer Amerika Serikat di Yordania

Share

Militer Iran meluncurkan serangan pesawat tanpa awak atau drone bunuh diri ke arah fasilitas militer Amerika Serikat di Yordania pada Kamis (16/7/2026). Langkah tersebut diambil setelah militer Amerika Serikat melakukan gelombang serangan udara terbaru terhadap sejumlah sasaran di wilayah Iran.

Dilansir dari Detikcom, serangan pesawat nirawak tersebut menyasar sistem komunikasi serta fasilitas penyimpanan bahan bakar milik Amerika Serikat. Sejauh ini, otoritas terkait belum merilis laporan mengenai jumlah korban jiwa maupun total kerusakan akibat serangan drone kamikaze tersebut.

"Tentara Republik Islam Iran mengumumkan bahwa… sebagai tanggapan terhadap agresi musuh, mereka menargetkan sistem komunikasi dan fasilitas penyimpanan bahan bakar militer AS di Yordania dengan menggunakan drone bunuh diri (kamikaze)," lapor televisi pemerintah Iran, IRIB.

Sebelumnya, Komando Pusat AS (CENTCOM) mengumumkan penuntasan gelombang serangan terbaru ke wilayah Iran pada Rabu (15/7/2026) malam waktu setempat. Militer AS menggempur beberapa lokasi strategis, termasuk fasilitas pertahanan pantai dan rudal jelajah di Pulau Tunb Raya serta kawasan pelabuhan Bandar Abbas di Selat Hormuz.

Presiden Donald Trump juga sempat melayangkan ancaman pada Selasa malam untuk menyasar infrastruktur jembatan dan pembangkit listrik apabila Iran menolak kembali ke meja perundingan pada pekan depan.

"I don't like to give deadlines, but they basically know, they know what the situation is… they better be good," jawab Trump saat ditanya wartawan mengenai kepastian batas waktu sebelum mengambil tindakan tersebut.

Trump kemudian menegaskan situasi terkini dalam sebuah forum pertahanan dengan menyebut bahwa pihak Iran tidak menyukai tindakan militer yang diambil oleh Amerika Serikat.

"They are not happy right now. They want to make a deal so badly. They don't like what we are doing," kata Trump seperti dilansir BBC.

Pemerintah Amerika Serikat masih memantau perkembangan situasi sebelum menentukan langkah diplomasi atau militer berikutnya terhadap Iran.

"We'll see whether or not we want to make a deal with them or whether or not we are going to finish it up," cetus Trump.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
farhan-dwi-ramadhan
Author