Model AI Claude Prediksi Spanyol Juara Piala Dunia 2026

Share

Seorang insinyur iOS senior sekaligus penggemar teknologi bernama Divyesh Vekariya menciptakan model simulasi Piala Dunia menggunakan kecerdasan buatan Claude, yang memprediksi Spanyol akan mengalahkan Argentina di laga final Piala Dunia 2026.

Metode simulasi ini dirancang saat turnamen masih berada dalam fase penyisihan grup, sebagaimana dilansir dari Detik iNET pada hari Kamis (16/7/2026).

"Saya meminta Claude untuk membuat sesuatu yang dapat diperbarui sesuai dengan data tersebut: sebuah sistem peringkat nyata untuk semua 48 tim, yang disesuaikan dengan riwayat pertandingan sebenarnya, diuji terhadap tiga Piala Dunia terakhir, dan dijalankan sebagai simulasi Monte Carlo hingga akhir babak penyisihan grup dan seluruh babak gugur 32 tim," jelas Divyesh Vekariya.

Sistem ini memanfaatkan lebih dari 49.000 data pertandingan sepak bola pria internasional resmi sejak tahun 1872 yang dikumpulkan oleh teknologi kecerdasan buatan tersebut. Guna menguji keakuratan sistem, data historis dijalankan untuk memprediksi hasil Piala Dunia 2014, 2018, dan 2022 dengan tingkat akurasi keseluruhan mencapai 55 persen.

"Tugas saya adalah memilih apa yang akan dibangun, memeriksa kinerjanya di setiap langkah, dan memutuskan kapan suatu jawaban cukup baik untuk dipercaya," terang Divyesh Vekariya mengenai perannya dalam mengawasi kerja kecerdasan buatan tersebut.

Melalui proses penyaringan data tersebut, performa kekuatan tim dikelompokkan ke dalam beberapa tingkatan. Hasil analisis menempatkan Spanyol dan Argentina di peringkat teratas, disusul oleh Prancis, Inggris, dan Portugal pada kelompok kedua.

"Beberapa hal menonjol. Jerman dan Spanyol hampir pasti lolos dari babak penyisihan grup dengan selisih peringkat ini, tetapi peluang Jerman anjlok setelah babak 16 besar, sebuah tanda bahwa model tersebut memperkirakan undian yang brutal daripada tim yang lemah," pendapat Divyesh Vekariya terkait bagan turnamen.

Simulasi sebanyak 50.000 kali ini akhirnya menghasilkan kesimpulan mengenai skenario final yang paling sering terjadi sekaligus tim yang memiliki peluang terbesar untuk mengangkat trofi juara.

"Jika semua 50.000 turnamen digabungkan, final yang paling sering terjadi, yaitu sekitar 1 dari setiap 11 simulasi, adalah Spanyol melawan Argentina. Ini adalah pasangan yang paling mungkin terjadi di panggung terbesar," simpul Divyesh Vekariya.

Model kecerdasan buatan tersebut pada akhirnya menetapkan Spanyol sebagai kandidat terkuat pemenang turnamen sepak bola terbesar di dunia ini.

"Sejarah menunjukkan bahwa tim favorit yang diprediksi menang di Piala Dunia lebih jarang daripada yang Anda duga; tak satu pun dari tiga tim favorit teratas sebelum turnamen terakhir benar-benar memenangkannya. Jadi: siapa pilihan Anda, dan berapa skor di final? Babak penyisihan grup masih sangat terbuka sehingga belum ada jawaban yang salah. Berikan pilihan Anda dan kita akan lihat siapa yang menebak lebih baik setelah trofi diangkat pada 19 Juli 2026," tandas Divyesh Vekariya.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
kartika-dewi-anggraini
Author