Mojtaba Khamenei Sebut Donald Trump Putus Asa Sepakati Perdamaian

Share

Pemimpin tertinggi Iran Mojtaba Khamenei menilai Presiden Amerika Serikat Donald Trump menggunakan berbagai titik tawar demi mengamankan kesepakatan damai karena putus asa. Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) tersebut memicu ketegangan diplomatik baru di Timur Tengah. Pernyataan Mojtaba dibacakan melalui televisi pemerintah Iran pada Jumat (19/6/2026), sebagaimana dilansir dari Detikcom.

Nota kesepahaman tersebut sebelumnya ditandatangani oleh Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian di Prancis pada Rabu (17/6/2026). Mojtaba juga menyatakan setuju dengan kesepakatan bersama Amerika Serikat tersebut untuk mengakhiri perang. Kebijakan ini diambil oleh sang pemimpin tertinggi Iran walaupun dirinya mengakui ada perbedaan pandangan.

Langkah perdamaian ini langsung menuai kritik tajam dari internal Amerika Serikat, khususnya dari sejumlah senator Partai Republik. Mereka memperingatkan bahwa MoU tersebut berpotensi membuat Teheran menjadi lebih kaya serta kuat tanpa adanya komitmen tegas mengenai pengayaan uranium.

Respons keras juga datang dari pihak Israel yang menolak terikat oleh kesepakatan tersebut. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dilaporkan telah menyampaikan langsung posisinya kepada Trump bahwa kesepakatan nuklir final tidak akan tercapai. Di sisi lain, situasi di Lebanon justru memanas setelah militer Israel mengumumkan kematian empat tentaranya. Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben Gvir meluapkan kemarahannya atas insiden yang terjadi di tengah bergulirnya MoU tersebut.

"With all due respect to America, Israel must make it clear to the entire world that the blood of our sons and the security of our citizens are not negotiable. Entire Lebanon must burn," kata Itamar Ben Gvir, Menteri Keamanan Nasional Israel. Otoritas Lebanon melaporkan sebanyak 18 orang tewas akibat serangan udara Israel di wilayah selatan pada hari Jumat. Kematian tentara Israel ini menjadi yang pertama sejak tercapainya kesepakatan penghentian perang antara Amerika Serikat dan Iran.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
rizka-amelia-kusuma
Author