Hajime Moriyasu Puji Aksi Suporter Jepang Bersihkan Stadion

Share

Pelatih tim nasional Jepang Hajime Moriyasu memberikan apresiasi tinggi terhadap aksi bersih-bersih yang dilakukan oleh para suporter negaranya di Dallas setelah pertandingan pembuka Piala Dunia melawan Belanda pada Jumat (19/6/2026).

Apresiasi tersebut disampaikan Moriyasu karena menganggap tindakan para pendukung Samurai Biru pascapertandingan yang berakhir imbang 2-2 itu bukanlah hal mengejutkan, melainkan sebuah kebiasaan yang sudah mengakar.

"Ich denke, das ist ein Teil der japanischen Kultur, auf den wir stolz sein können", kata Moriyasu pada hari Jumat seperti dilansir dari sport1.de.

Moriyasu menjelaskan bahwa masyarakat Jepang memiliki prinsip kuat untuk selalu meninggalkan sebuah tempat dalam kondisi yang lebih baik daripada saat mereka pertama kali datang.

"Unsere Teammitglieder verhalten sich genauso. Die Japaner legen grundsätzlich großen Wert darauf, den Raum sauber zu hinterlassen", ujar Moriyasu.

Fokus timnas Jepang kini beralih ke laga kedua Grup F melawan Tunisia di Monterrey, Meksiko, di mana para pemain diprediksi akan menunjukkan perilaku serupa di area ruang ganti.

Tantangan besar secara olahraga telah dinantikan oleh Moriyasu, yang mewaspadai momentum kebangkitan Tunisia setelah terjadinya pergantian posisi pelatih di kubu lawan.

"Wir sind darauf vorbereitet, gegen eine völlig andere Mannschaft anzutreten", ucap Moriyasu.

Jepang mengantisipasi perubahan strategi dari tim Tunisia yang diprediksi akan tampil berbeda dibandingkan saat mereka menghadapi Swedia pada laga sebelumnya.

"Ich bin mir sicher, dass sich die Mannschaft von der unterscheidet, die gegen Schweden angetreten ist", tutur Moriyasu.

Tunisia sendiri langsung memecat pelatih Sabri Lamouchi setelah kekalahan telak 1-5 dari Swedia, dan kini menunjuk juru taktik asal Prancis, Hervé Renard, sebagai suksesornya.

Pertandingan mendatang antara Jepang dan Tunisia juga menorehkan sejarah khusus karena menjadi laga ke-1000 dalam sejarah pelaksanaan Piala Dunia.

"Es ist eine große Ehre. Wir wollen sicherstellen, dass es ein Spiel wird, das dem 1000. Spiel der Weltmeisterschaft gerecht wird", kata Moriyasu.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
kartika-dewi-anggraini
Author