Mpok Madam Sukses Kembangkan Warung Pecak Betawi Pinggir Kali

Share

Warung Pecak Betawi Pinggir Kali kini menjadi salah satu destinasi kuliner yang ramai diburu oleh para pencinta masakan tradisional. Antrean pelanggan bahkan kerap mengular sebelum tempat makan ini resmi dibuka.

Usaha kuliner ini dirintis oleh Mpok Ratih, atau yang lebih akrab disapa Mpok Madam. Seperti dilansir dari Detik Food, ia berhasil mengembangkan bisnis ini dari skala katering rumahan hingga memiliki warung makan sendiri.

Warung Pecak Betawi Pinggir Kali sudah beroperasi selama kurang lebih dua tahun. Pada awal perjalanannya, Mpok Madam memanfaatkan area teras rumahnya untuk menjajakan hidangan tersebut.

Sebelum fokus mengelola warung, Mpok Madam terlebih dahulu menjalankan bisnis katering dengan nama Catering Mpok Madam. Usaha katering ini berjalan berkat promosi dari mulut ke mulut oleh para pelanggan.

"Awalnya masih di teras. Mpok Madam sebenarnya sudah megang catering-catering," ujar Mpok Madam kepada detikFood (18/7).

Kini, warung makan tersebut berlokasi tepat di depan rumahnya di Jalan Pos Pengumben Lama No 28, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Tempat makan ini menyajikan pemandangan kali yang bersih bagi para pengunjung.

Sebelum sukses di dunia kuliner, Mpok Madam memiliki latar belakang karier di bidang farmasi. Ia mengaku telah menekuni pekerjaan di sektor tersebut selama 17 tahun.

Di sela-sela kesibukan kerjanya, ia tetap membangun bisnis katering yang berjalan sekitar 10 tahun sebelum warung makan didirikan. Pengalaman panjang tersebut menjadi modal penting bagi dirinya dalam mengelola usaha.

"Aku kerja di farmasi sudah 17 tahun. Tapi kalau untuk catering sudah ada 10 tahun," katanya.

Pecak Nila Warisan Keluarga Jadi Menu Andalan

Menu paling populer yang menjadi favorit pelanggan setiap hari di warung ini adalah pecak nila. Racikan bumbu dan sambal hidangan ini menggunakan resep turun-temurun dari keluarga Mpok Madam yang merupakan warga asli Betawi Rawa Belong.

"Pecaknya Pak Madam ini warisan dari almarhum orang tua. Jadi memang turun-temurun," ungkapnya.

Satu porsi pecak nila segar berukuran besar dibanderol dengan harga Rp 40.000. Ikan nila digoreng hingga renyah di luar namun tetap lembut di dalam, lalu disiram bumbu pecak beraroma temu kunci yang dominan dengan rasa gurih, asam, dan pedas.

Menu Ayam Goreng Sereh dengan Racikan Rahasia

Selain ikan, ayam goreng sereh juga menjadi hidangan yang banyak dicari. Menu seharga Rp 35.000 per porsi ini disajikan lengkap dengan tahu, tempe, kol goreng, timun, sambal dadak, serta taburan kremesan sereh yang gurih.

Keunikan menu ini terletak pada proses marinasi dan teknik pengungkepan daging ayam yang diklaim berbeda dari ayam goreng biasa. Namun, Mpok Madam memilih untuk merahasiakan detail resep dapurnya tersebut.

"Kalau ayam goreng kita pasti beda dari yang lain. Di cara pengungkepannya itu beda," katanya.

Mampu Menjual Ratusan Ekor Ikan dalam Sehari

Tingginya minat pembeli membuat volume penjualan di warung ini cukup fantastis. Dalam satu hari, Warung Pecak Betawi Pinggir Kali mampu menghabiskan sekitar 150 hingga 200 ekor ikan nila.

Untuk menu ayam goreng sereh, penjualan berkisar antara 50 hingga 80 ekor per hari. Sementara itu, jumlah beras yang dimasak untuk memenuhi kebutuhan pelanggan mencapai 25 hingga 30 liter setiap harinya.

"Kalau untuk pecak nila sekitar 150 sampai 200 ekor. Nasi itu 25 liter sampai 30 liter satu hari," jelas Mpok Madam.

Guna menjaga kualitas, Mpok Madam selalu membeli ikan dan produk laut lainnya dalam keadaan hidup langsung dari Pasar Muara Angke. Pelanggan disarankan datang sebelum pukul 14.00 WIB agar tidak kehabisan menu utama.

Warung ini juga menyediakan variasi menu lain, seperti Kulit Cabe Garam seharga Rp 20.000, Jengkol Cabe Garam Rp 20.000, Pecak Bandeng Rp 40.000, dan Jukut Chili Flakes seharga Rp 15.000.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
rizka-amelia-kusuma
Author