MPR RI Gelar LCC Empat Pilar di Papua Selatan
Plt Sekretaris Jenderal MPR RI Siti Fauziah menekankan semboyan 'Izakod Bekai Izakod Kai' saat membuka Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI Tahun 2026 Tingkat Provinsi Papua Selatan di Hotel Halogen, Merauke, pada Sabtu (18/7/2026).
Ajang yang diikuti oleh sembilan sekolah menengah atas dari berbagai kabupaten ini digelar sebagai rangkaian kegiatan menyambut HUT Ke-81 Republik Indonesia, sebagaimana dilansir dari Detikcom. Semboyan dari Suku Marind tersebut memiliki arti 'Satu Hati, Satu Tujuan' atau 'Satu Jiwa Satu Tujuan'.
"Izakod Bekai Izakod Kai. Apalagi perwakilannya itu banyak dari mana-mana, ada Merauke, Mappi, Asmat, Boven Digoel. Tapi tetap hidup rukun. Ini adalah bukti empat pilar sudah mendarah daging dan semoga ini bisa diamalkan terus dalam kehidupan sehari-hari," ujar Siti Fauziah, Plt Sekretaris Jenderal MPR RI.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengingatkan agar para peserta tidak terburu-buru dalam menekan tombol penjawab sebelum pertanyaan selesai dibacakan secara lengkap oleh pembawa acara.
"Lomba ini bukan hanya cepat memencet ya, tapi cepat, tepat dan cermat, sebab kadang-kadang banyak yang buru-buru pencet soal belum selesai akhirnya menyesal. Jadi artinya jangan sampai buru-buru pencet padahal soal belum selesai," tutur Siti Fauziah, Plt Sekretaris Jenderal MPR RI.
Pemenang dari kompetisi tingkat provinsi ini dijadwalkan akan mewakili Provinsi Papua Selatan dalam kompetisi LCC Empat Pilar tingkat nasional yang akan berlangsung di Jakarta pada Agustus 2026 mendatang.
"Artinya nanti yang mewakili harus belajar lagi dan yang tidak ke Jakarta, mendukung sekolah yang mewakili ke Jakarta. Lomba ini dapat menjadi momentum untuk menunjukkan kemampuan terbaik dan mempererat kebersamaan dan persaudaraan," kata Siti Fauziah, Plt Sekretaris Jenderal MPR RI.
Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Selatan Marteh Rummar turut menyambut baik penyelenggaraan kompetisi ini dan menilai semboyan daerah tersebut menjadi landasan semangat pembangunan lokal.
"Dengan hangat kita di hari ini terimalah salam kami salam orang Merauke, 'Izakod Bekai Izakod Kai'. Satu hati, satu tujuan membangun Kota Merauke dan juga membangun Provinsi Papua Selatan," papar Marteh Rummar, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Selatan.
Menurut Marteh, kompetisi ini menjadi sarana yang sangat baik untuk menumbuhkan nilai-nilai nasionalisme sekaligus memotivasi persaingan yang sehat di kalangan generasi muda daerah.
"Artinya bahwa di hari ini siapapun yang akan terpilih bukan karena ada faktor tertentu tapi yang terpilih nanti adalah yang terbaik dari yang terbaik. Hari ini kalian hadir untuk mewakili sekolah-sekolah. Ketika Anda akan mewakili Provinsi Papua Selatan, Itu berarti sudah membawa nama baik Provinsi Papua Selatan ke tingkat nasional," tutur Marteh Rummar, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Selatan.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Selatan berencana untuk terus menggaungkan ajang ini serta memperkuat integrasi materi Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) di seluruh sekolah di wilayah tersebut.
"Lomba ini kita gaungkan sehingga sebanyak mungkin yang hadir untuk ikut lomba. Kabupaten Merauke sendiri kurang lebih 20 SMA dan SMK. Begitu pula dengan kabupaten lain, kita masukkan sebagai bagian terpenting dalam mata pelajaran PKN. Ke depan lomba kita itu akan lebih ketat dan juga yang terpilih nanti itu mungkin yang sangat-sangat luar biasa," pungkas Marteh Rummar, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Selatan.
Sembilan sekolah yang bersaing dalam tingkat provinsi ini meliputi SMA Negeri 1 Merauke, SMA Negeri 2 Merauke, SMA Negeri 3 Merauke, SMA Negeri 1 Kurik, MA Al-Munawwaroh, SMA Plus Muhammadiyah Merauke, SMA Negeri 1 Muting, SMA YPPK Yaades XXIII Merauke, dan SMA Yapis 1 Merauke.