MUI Nilai Pengadaan Sapi Kurban Prabowo Pakai APBN Miliki Landasan Fikih

Share

Majelis Ulama Indonesia atau MUI menyatakan bahwa pengadaan 1.098 ekor sapi kurban Presiden Prabowo Subianto yang menggunakan dana APBN senilai Rp100 miliar memiliki landasan fikih kuat dalam Islam pada Rabu (27/05/2026).

Dilansir dari Bloomberg Technoz, Ketua MUI Bidang Fatwa Asrorun Niam Sholeh menjelaskan bahwa berdasarkan hadis riwayat Imam Bukhari, seorang pemimpin diperbolehkan membeli hewan kurban melalui kas negara atau baitul mal.

Penggunaan anggaran negara tersebut dinilai sah karena dialokasikan untuk kemaslahatan masyarakat, mirip dengan mekanisme penyaluran bantuan sosial.

"Dalam konteks bernegara saat ini, APBN bertindak sebagai baitul mal modern. Sehingga kurban dari negara ini ditujukan murni untuk kepentingan dan kemaslahatan masyarakat luas. Secara syar’i tidak ada soal," kata Niam dalam keterangan tertulis, Rabu (27/05/2026).

Secara teknis birokrasi, Niam menambahkan bahwa model pengadaan ini sangat logis karena serupa dengan program bantuan pemerintah lainnya, namun kali ini disalurkan dalam bentuk hewan kurban ke berbagai wilayah.

"Sama seperti anggaran banpres (bantuan presiden) yang diwujudkan dalam bentuk sembako lalu didistribusikan ke masyarakat," kata dia.

Sementara itu, pihak Istana melalui Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro mengonfirmasi bahwa dana ratusan miliar tersebut berasal dari pos bantuan kemasyarakatan presiden.

"Harga sapi bervariasi karena bobotnya beda-beda dan lokasinya juga tentu memengaruhi harga sapi. Kita menyesuaikan harga di setiap daerah, anggaran yang dikeluarkan sebanyak Rp100 miliar," ujar Juri kepada awak media, Selasa (26/05/2026).

Pemerintah membagi penyaluran total 1.098 ekor sapi berbobot 800 kilogram hingga 1,3 ton tersebut ke dalam dua kelompok penerima.

Sebanyak 598 ekor sapi didistribusikan ke 552 daerah yang mencakup 38 provinsi serta 514 kabupaten dan kota, di mana 46 daerah di antaranya menerima dua ekor sapi karena kendala ketersediaan ukuran standar presiden.

Selanjutnya, 500 ekor sapi sisanya diserahkan kepada lembaga pendidikan, pondok pesantren, serta berbagai tokoh masyarakat dan tokoh agama di Indonesia.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
danto-wijaya-kusuma
Author