NASA Evaluasi Program Artemis Pascakuat Ledakan Roket New Glenn Blue Origin
Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) mengumumkan langkah peninjauan ulang terhadap program pendaratan astronaut di Bulan setelah roket New Glenn milik Blue Origin meledak saat uji coba darat di Cape Canaveral, Florida, pada Kamis malam waktu setempat.
Insiden tersebut terjadi ketika Blue Origin, perusahaan kedirgantaraan yang dipimpin oleh pendiri Amazon Jeff Bezos, melaksanakan hot-fire test atau uji pembakaran statis. Dalam pengujian ini, mesin roket dinyalakan dalam posisi kendaraan tetap terkunci di atas landasan fasilitas peluncuran Angkatan Luar Angkasa.
Pihak berwenang dari Kantor Manajemen Darurat Brevard County mengonfirmasi bahwa tidak ada korban luka akibat peristiwa ini, dan situasi tersebut dinyatakan sebagai anomali yang tidak membahayakan masyarakat umum. Pendiri Blue Origin, Jeff Bezos, juga memastikan keselamatan seluruh personel di area kerja melalui sebuah pernyataan resmi.
"All personnel are accounted for and safe. It's too early to know the root cause but we're already working to find it. Very rough day, but we'll rebuild whatever needs rebuilding and get back to flying. It's worth it." kata Jeff Bezos, Pendiri Blue Origin.
Ledakan ini memicu respons dari pendiri SpaceX, Elon Musk, yang berkomentar singkat mengenai dinamika industri kedirgantaraan melalui platform media sosial X.
"Most unfortunate. Rockets are hard." tulis Elon Musk, Pendiri SpaceX.
Hingga saat ini, pihak Federal Aviation Administration selaku regulator aktivitas luar angkasa komersial belum memberikan tanggapan resmi terkait insiden ledakan roket sepanjang 98 meter tersebut.
Kegagalan uji coba ini terjadi hanya berselang satu hari setelah Administrator NASA, Jared Isaacman, memberikan apresiasi atas peran strategis Blue Origin dalam program Artemis untuk mengirim kembali astronaut Amerika Serikat ke Bulan pada 2028. NASA bahkan baru saja memberikan kontrak senilai 188 juta dolar AS kepada Blue Origin untuk mendukung pembangunan pangkalan di Bulan.
Pihak NASA menyatakan akan terus memantau perkembangan investigasi demi mengukur dampak jangka pendek terhadap misi antariksa yang telah dijadwalkan.
"Spaceflight is unforgiving, and developing new heavy-lift launch capability is extraordinarily difficult." kata Jared Isaacman, Administrator NASA.
NASA berkomitmen mendampingi proses penyelidikan menyeluruh ini agar operasional peluncuran dapat segera kembali berjalan dengan aman.
"We will work with our partners to support a thorough investigation of this anomaly, assess near-term mission impacts, and get back to launching rockets." kata Jared Isaacman, Administrator NASA.