NASA Tunjuk Blue Origin Kirim Rover ke Bulan
Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) menunjuk Blue Origin milik Jeff Bezos dan Firefly Aerospace untuk mengirim pendarat robotik, rover, serta drone ke Bulan pada Rabu, 27 Mei 2026. Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintahan Presiden AS Donald Trump untuk mempercepat pembangunan pangkalan Bulan sebelum akhir dekade ini, sebagaimana dilansir dari Bloombergtechnoz.
Dalam proyek ini, NASA memberikan kontrak senilai US$220 juta masing-masing kepada Lunar Outpost dan Astrolab untuk membangun rover otonom yang dapat dikendalikan oleh astronaut. Blue Origin kemudian bertugas mengirimkan rover-rover tersebut menggunakan pendarat kargo tak berawak Mark 1 dengan nilai kontrak US$234 juta per pengiriman.
Pemerintah AS memanfaatkan armada komersial ini untuk memetakan wilayah pendaratan potensial. Eksekutif program NASA Carlos García-Galán menjelaskan bahwa pesawat ruang angkasa Elytra milik Firefly Aerospace akan mengangkut drone pertama dalam program Moonfall NASA guna memotret permukaan bulan.
Fase pertama dari program investasi infrastruktur antariksa ini akan mencakup 25 peluncuran dan 21 pendaratan untuk mengantarkan empat ton muatan ke Bulan. NASA berupaya menyelaraskan seluruh departemen internalnya demi memuluskan target ambisius tersebut.
“Kami telah bekerja untuk menyelaraskan semua sumber daya badan antariksa di seluruh NASA guna mewujudkan tujuan membangun pangkalan bulan ini,” kata Carlos García-Galán, Eksekutif Program NASA.
Rencana pembangunan infrastruktur ini terintegrasi dengan program Artemis yang bertujuan mengirim kembali manusia ke Bulan. Proyek besar tersebut berjalan di bawah pengawasan ketat dari pimpinan baru badan antariksa yang ditunjuk oleh pemerintah.
“sumber daya pada tujuan-tujuan paling mendesak yang hanya dapat ditangani oleh NASA,” kata Jared Isaacman, Administrator NASA.
Pengumuman kontrak baru ini berdampak langsung pada sektor industri antariksa swasta di Amerika Serikat. Saham Intuitive Machines Inc. dilaporkan anjlok karena tidak terpilih dalam proyek rover, meskipun perusahaan asal Texas tersebut tetap memegang sejumlah kontrak pendaratan komersial NASA lainnya.