New South Wales Blues Tekuk Queensland Maroons Melalui Aksi Dramatis

Share

Tim rugby New South Wales (NSW) Blues secara dramatis menundukkan Queensland Maroons dengan skor 22-20 dalam pertandingan pembuka seri State of Origin 2026 di Accor Stadium, Sydney, pada Rabu malam, 27 Mei 2026.

Kemenangan luar biasa tim tuan rumah dipastikan lewat aksi penentu James Tedesco menjelang semenit laga bubar dan konversi penentu dari halfback Nathan Cleary saat pertandingan menyisakan waktu lima detik, setelah NSW Blues sempat tertinggal 0-20 pada 20 menit pertama.

Momentum pertandingan berbalik sepenuhnya setelah fullback sekaligus kapten Queensland Maroons, Kalyn Ponga, diganjar kartu merah oleh wasit Ashley Klein pada menit ke-57 akibat melakukan pelanggaran keras berupa shoulder charge terhadap pemain debutan NSW Blues, Tolutau Koula.

Wasit lapangan Ashley Klein langsung mengambil tindakan tegas setelah melakukan konsultasi mendalam dengan ofisial tinjauan video di dalam pertandingan tersebut.

"shoulder charge" kata wasit Ashley Klein.

Ponga sempat melakukan protes singkat kepada wasit atas sanksi yang diterimanya dengan menunjuk luka berdarah yang ada di kepalanya sendiri sebagai bukti adanya benturan fisik dalam momen perebutan bola itu.

"direct contact to the head" lanjut Klein.

Akibat insiden ini, Tolutau Koula segera meninggalkan lapangan untuk menjalani pemeriksaan cedera kepala (HIA) dan dinyatakan gagal melewati penilaian tim medis sehingga tidak bisa melanjutkan sisa laga, yang membuat Blues mengaktifkan Casey McLean sebagai pemain pengganti ke-18.

"A shoulder charge and makes direct contact to the head," kata Ashley Klein, Wasit Lapangan.

Berdasarkan catatan sejarah, pengusiran Kalyn Ponga menjadikannya sebagai pemain ketujuh dalam sejarah kompetisi State of Origin yang dikeluarkan dari lapangan sejak tahun 1996.

"A shoulder charge" dengan "direct contact to the head" ujar Ashley Klein, Wasit Lapangan.

Keunggulan jumlah pemain dimanfaatkan dengan baik oleh duet lini tengah NSW Blues, Ethan Strange dan Nathan Cleary, untuk mencetak tiga try berturut-turut termasuk aksi James Tedesco yang menyambut umpan lambung tepat di depan garis gawang lawan.

Komentator pertandingan, Mat Thompson, memberikan penegasan mengenai momen dramatis yang menyelimuti akhir laga tersebut ketika James Tedesco berhasil menyambut tendangan tinggi dari Nathan Cleary.

"The greatest escape," ujar Mat Thompson, komentator pertandingan.

Sebelum insiden kartu merah tersebut, Queensland Maroons tampil sangat dominan pada paruh pertama berkat performa gemilang pemain debutan Sam Walker yang menggantikan Tom Dearden karena cedera.

Situasi kepanikan di lini pertahanan tuan rumah akibat serangan agresif dari tim tamu sempat dilaporkan secara langsung oleh jurnalis dan komentator Nine, Mat Thompson.

"NSW are shellshocked here," kata Mat Thompson.

Sam Walker melepaskan tendangan grubber yang berbuah skor pertama dari Robert Toia, sebelum mengumpan Tom Flegler untuk mencetak angka kedua setelah kerja sama dengan Harry Grant.

"This is a carve up from the Maroons," kata Mat Thompson.

Satu angka lain untuk Queensland Maroons dicetak oleh Hamiso Tabuai-Fidow setelah menyambut tendangan grubber Cameron Munster, sebelum akhirnya Hudson Young memperkecil ketertinggalan menjadi 20-6 menjelang turun minum memanfaatkan operan pendek Nathan Cleary.

Sebelum pertandingan bergulir di Sydney, analisis mengenai peta kekuatan kedua tim yang dinilai sangat berimbang sempat diberikan oleh legenda Maroons, Brent Tate.

"It's the first time in a long time when I've looked at both teams, I feel like on paper it's pretty bloody even this year," kata Brent Tate.

Tate berpendapat bahwa penunjukan Kalyn Ponga sebagai fullback untuk menggantikan Reece Walsh akan memberikan pengaruh yang sangat besar dalam jalannya seri pertandingan tahun ini.

"I reckon he's in a rare vein of form at the moment. He's been outstanding. He's going to have a big bearing on the series if he can stay fit." kata Brent Tate.

Selain itu, persaingan sengit antara dua rekan satu tim di Warriors, Mitch Barnett dan Kurt Capewell, diprediksi akan membuat tensi pertandingan di atas lapangan hijau semakin memanas.

"Those two boys will be trying to rip and tear each other to bits, which as a Wahs fan you're like ‘oh come on boys calm it down’," kata Brent Tate.

Rivalitas historis antarnegara bagian ini juga diakui oleh Tate menjadi pemicu tingginya antusiasme ribuan penggemar yang hadir sejak sesi latihan.

"But mate, they'll be ripping in. It's state versus state. It is a massive rivalry," kata Brent Tate.

Kecepatan luar biasa dalam pertandingan ini juga menjadi perhatian utama Tate, terutama jika kepemimpinan wasit di lapangan mendukung jalannya arus permainan secara terbuka.

"The speed of this game could be something like we've never seen before. Origin's quick as it is – it's another level up – and if Ashley (Klein) puts the whistle away, which I hope he does, we could be in for an absolute speedster of a game." kata Brent Tate.

Kondisi skuad NSW Blues sendiri sudah pincang sebelum laga dimulai akibat Mitchell Moses mengalami cedera otot paha belakang saat latihan di Gosford, sehingga posisinya digantikan oleh debutan Ethan Strange.

Laga ini juga memuat perubahan regulasi kelayakan internasional di mana pemain seperti Addin Fonua-Blake dan Victor Radley kini bisa memperkuat tim Origin meskipun mewakili negara lain di Piala Dunia.

Mengenai perubahan aturan kelayakan internasional tersebut, Addin Fonua-Blake mengungkapkan tantangan dan pertanyaan yang sering ia terima dari kerabat dekatnya sebelum resmi dipanggil masuk skuad.

"There was a lot of talk like, 'can you do it?'" kata Addin Fonua-Blake.

Pemain asal Tonga ini menyatakan kegembiraannya karena tidak perlu lagi berspekulasi mengenai peluang kariernya di level kompetisi tertinggi ini.

"Now we don't have to think 'what if'. I'm here and I can't wait for my opportunity." kata Addin Fonua-Blake.

Di sisi lain, Victor Radley yang terpilih sebagai pemain cadangan tim Blues mengaku terkejut sekaligus senang dengan kesempatan baru yang didasarkan pada performa individu ini.

"It wasn't taken away from me, I chose to play for England and had a lot of great experiences, but it's good that I'll get this opportunity." kata Victor Radley.

Begitu regulasi resmi diubah, Radley langsung menyambut positif keputusan tersebut karena membuka kesempatan bagi seluruh pemain berbakat tanpa terhalang birokrasi aturan lama.

"Once they changed the rule I said, 'happy days'." kata Victor Radley.

Dilansir dari laporan jurnalis Mark Evans dan Dan Himbrechts untuk AAP Photos, catatan sejarah mencatat rentetan sanksi berat kartu merah yang pernah dikeluarkan sepanjang sejarah State of Origin.

Daftar Pemain Terkena Kartu Merah dalam Sejarah State of Origin
Pemain (Tim) Jenis Pelanggaran Waktu Kejadian
Craig Greenhill (QLD) High Tackle Menit ke-62, Game II, 1996
Gorden Tallis (QLD) Referee Abuse Menit ke-71, Game I, 2000
Trent Waterhouse (NSW) Striking Menit ke-78, Game III, 2009
Jarome Luai (NSW) Headbutt Menit ke-79, Game II, 2023
Reece Walsh (QLD) Headbutt Menit ke-79, Game II, 2023
Joseph Suaalii (NSW) High Tackle Menit ke-8, Game I, 2024
Kalyn Ponga (QLD) Shoulder Charge Menit ke-58, Game I, 2026

Akibat kekalahan ini, Queensland Maroons wajib memenangkan pertandingan berikutnya di Melbourne untuk menjaga peluang juara sebelum melakoni laga penentu di Suncorp Stadium pada 8 Juli, sementara NSW Blues masih menghadapi ketidakpastian terkait kondisi Latrell Mitchell yang mengalami cedera punggung.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
rizka-amelia-kusuma
Author