New York Knicks Raih Juara NBA 2026 Usai Tekuk San Antonio Spurs
Klub bola basket New York Knicks sukses memastikan gelar juara NBA 2026 setelah menundukkan San Antonio Spurs dengan skor 94-90 pada laga kelima babak final yang digelar Sabtu malam di San Antonio, Texas.
Kemenangan tipis tersebut membuat New York Knicks unggul agregat 4-1 dalam seri pertandingan final sekaligus mengakhiri masa penantian gelar juara franchise tersebut sejak tahun 1973 silam.
Keberhasilan ini diraih lewat aksi kebangkitan dramatis setelah New York Knicks sempat tertinggal hingga 16 poin dari San Antonio Spurs pada kuarter pertama pertandingan laga penentu tersebut.
Jalen Brunson tampil menjadi bintang utama New York Knicks dengan mencetak 45 poin, termasuk 15 angka di kuarter keempat, yang sekaligus memecahkan rekor poin final klub tersebut.
Berdasarkan data statistik Opta Sports, Jalen Brunson menjadi pemain kedua dalam sejarah NBA yang mencetak 45 poin dalam laga tandang yang memastikan gelar juara setelah Michael Jordan.
Pemain bintang New York Knicks tersebut sempat menahan napas sejenak dengan air mata berlinang saat diwawancarai oleh reporter ESPN Lisa Salters di dalam lapangan seusai pertandingan.
"I’ve got no words," kata Jalen Brunson, Pemain New York Knicks.
Pebasket andalan Manhattan tersebut kemudian mengungkapkan rasa tidak percaya atas pencapaian emosional yang baru saja diraihnya bersama tim pasca-pertandingan final yang berlangsung sengit.
"It’s everything I ever dreamed of," ujar Jalen Brunson, Pemain New York Knicks.
Ia juga menambahkan bagaimana timnya selalu berhasil menemukan cara untuk bangkit kembali setiap kali ada pihak yang meragukan kemampuan performa mereka sepanjang musim kompetisi.
"I don’t know what I’m feeling. I’m just, like, I’m in awe. I don’t know. Whenever someone counted us out, we find a way to come back and do something about," kata Jalen Brunson, Pemain New York Knicks.
Di kubu lawan, performa San Antonio Spurs mendapatkan kritik tajam dari pendiri Barstool Sports Dave Portnoy karena keputusan pelatih Mitch Johnson yang lebih memilih memainkan De'Aaron Fox ketimbang Dylan Harper.
Kritik pedas mengenai struktur hierarki penjaga lini belakang San Antonio Spurs tersebut dilayangkan oleh Dave Portnoy melalui sebuah unggahan opini pribadinya di media sosial X.
"The fact the Spurs keep playing Fox over Harper is bananaland. It’s like the Chicago Black Sox scandal," kata Dave Portnoy, Pendiri Barstool Sports.
Dalam laga ini, Dylan Harper menyumbang 21 poin di babak pertama, sedangkan De'Aaron Fox hanya mencetak 7 poin dari 11 tembakan dan melakukan kesalahan fatal yang memicu kekecewaan para pendukung.