Nilai Pendanaan IPO Global Melonjak Menjadi 193 Miliar Dollar AS
Lonjakan pendanaan penawaran umum perdana atau IPO global mencapai 193,6 miliar dollar AS pada paruh pertama 2026. Nilai penggalangan dana di pasar modal dunia tersebut melesat 210 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, meski total transaksi penawaran saham mengalami penurunan.
Laporan Tren IPO Global dari firma audit EY yang dirilis pada 16 Juli menunjukkan penurunan jumlah listing sebesar 7 persen menjadi 509 transaksi IPO secara global. Fenomena ini memicu tingginya konsentrasi alokasi modal pada sejumlah transaksi bernilai sangat besar, terutama yang dipimpin oleh sektor teknologi dan kecerdasan buatan.
Pasar Amerika Serikat menjadi penyumbang utama lonjakan modal dengan menghimpun dana sebesar 130,3 miliar dollar AS, atau naik 660 persen walau jumlah pencatatan sahamnya turun 35 persen. Di wilayah Asia-Pasifik, tercatat 247 penerbitan saham yang mengumpulkan modal 46,8 miliar dollar AS, dengan Hong Kong mencatatkan kinerja paruh pertama terkuatnya dalam lima tahun terakhir.
Kawasan Asia Tenggara mencatatkan 35 putaran pendanaan senilai 2,5 miliar dollar AS, di mana Singapura memimpin melalui 5 transaksi yang menghasilkan 1,1 miliar dollar AS. Sementara itu, kawasan Eropa, Timur Tengah, India, dan Afrika mengumpulkan 16,4 miliar dollar AS, meski wilayah Timur Tengah dan Afrika Utara mengalami penurunan drastis akibat konflik regional.
Kepala Pusat IPO Global PwC, Mike Wisson, memberikan catatan terkait ketimpangan pertumbuhan arus masuk dana IPO global pada paruh pertama tahun ini.
"Arus masuk IPO global pada paruh pertama tahun ini telah meningkat tiga kali lipat dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025. Namun, hampir seluruh lonjakan itu berasal dari pasar AS, sementara Eropa relatif stagnan," kata Mike Wisson, Kepala Pusat IPO Global PwC.
Peningkatan ukuran rata-rata IPO yang mencapai 380 juta dollar AS per perusahaan didorong oleh tingginya kebutuhan modal untuk infrastruktur kecerdasan buatan, teknologi luar angkasa, dan industri pertahanan. Pencatatan saham berskala besar seperti SpaceX di Nasdaq serta grup pertahanan Czechoslovak Group di Euronext Amsterdam menjadi pemicu utama fenomena tersebut.
Kepala Pasar Modal KPMG, Paul Lau, menjelaskan dampak signifikan dari masuknya transaksi berukuran besar terhadap iklim pasar secara keseluruhan.
"Tranche besar seringkali bertindak sebagai jangkar yang menarik modal internasional dan menciptakan lingkungan perdagangan yang dinamis," ujar Paul Lau, Kepala Pasar Modal KPMG.
Momentum pasar modal global diproyeksikan berlanjut pada paruh kedua tahun ini seiring langkah perusahaan teknologi besar yang bersiap melantai di bursa. Anthropic telah mengajukan permohonan pencatatan rahasia ke SEC pada 1 Juni, disusul OpenAI pada 8 Juni untuk memanfaatkan momentum pemulihan pasar.