Noam Shazeer Tinggalkan Google Demi Bergabung dengan OpenAI
Wakil Presiden Teknik Google dan salah satu pemimpin model AI Gemini, Noam Shazeer, resmi mengumumkan kepindahannya untuk bergabung dengan OpenAI pada Rabu. Langkah strategis ini memperketat persaingan perebutan talenta kecerdasan buatan (AI) tingkat tinggi di antara raksasa teknologi dunia.
Dilansir dari CNBC, kepindahan Shazeer terjadi kurang dari dua tahun setelah dirinya kembali ke Google. Pada Agustus 2024, raksasa teknologi tersebut sempat merekrut kembali Shazeer bersama peneliti Daniel De Freitas ke dalam unit DeepMind AI mereka.
"I'm excited to share that I'll be joining OpenAI and look forward to working with the exceptional team there," kata Noam Shazeer, Wakil Presiden Teknik Google melalui unggahan di media sosial X.
Sebelumnya, Shazeer dan De Freitas mendirikan Character.AI setelah meninggalkan Google pada 2021 karena proyek chatbot yang mereka usulkan tidak dilanjutkan secara agresif oleh perusahaan tersebut. Kemitraan tersebut akhirnya membawa mereka kembali ke unit kecerdasan buatan Alphabet sebelum keputusan terbaru ini dibuat.
"It was a difficult decision to move on. I'm incredibly proud of the amazing team at Google and everything we've built together. It has been an honor and a pleasure to work with all of you," tambah Noam Shazeer.
Kepergian tokoh kunci ini berlangsung beberapa pekan setelah Google meluncurkan jajaran produk AI baru termasuk Gemini 3.5 Flash dan agen Gemini Spark AI. Di sisi lain, OpenAI dikabarkan baru saja mengajukan penawaran umum perdana (IPO) secara rahasia pada awal bulan ini.