Oegroseno Kritik Cara Polda Metro Jaya Tangkap Dokter Tifa
Prosedur penangkapan Tifauzia Tyassuma alias Dokter Tifa oleh penyidik Polda Metro Jaya menuai kritik keras dari mantan Wakapolri Komjen Pol (Purn) Oegroseno karena dinilai berlebihan. Kritikan tersebut disampaikan saat memantau perkembangan kasus dugaan pencemaran nama baik terkait ijazah Joko Widodo di Polda Metro Jaya, Jakarta, pada Jumat (19/6/2026).
Tindakan aparat kepolisian dinilai mengecewakan lantaran menerapkan metode yang biasa digunakan untuk membekuk tersangka kejahatan luar biasa. Berdasarkan laporan yang diterima, kendaraan yang ditumpangi Dokter Tifa diadang secara mendadak saat sang dokter hendak mengikuti ujian akademis.
Kekecewaan mendalam atas tindakan represif para penyidik di lapangan tersebut disampaikan langsung oleh Oegroseno di hadapan para jurnalis.
"Saya sangat kecewa dalam hal ini, karena tadi seperti Ibu dokter Tifa penangkapannya seperti teroris. Beliau akan melaksanakan ujian di dalam kendaraan mau keluar dipepet dari belakang dan samping. Ibu Tifa bukan teroris," ujar Oegroseno kepada awak media di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (19/6/2026).
Penangkapan ini memicu sorotan tajam mengenai profesionalitas kepolisian dalam menangani kasus pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Hingga saat ini, pihak Polda Metro Jaya belum memberikan keterangan resmi terkait alasan penerapan prosedur pengadangan kendaraan tersebut.