Oliver Glasner Tinggalkan Crystal Palace Usai Juara Conference League
Manajer Crystal Palace Oliver Glasner memutuskan mundur dari jabatannya setelah membawa timnya mengalahkan Rayo Vallecano pada laga final Conference League 2025/2026, Kamis (28/05/2026) dini hari WIB.
Pengunduran diri ini mengakhiri masa bakti dua setengah tahun pelatih asal Austria tersebut di Selhurst Park. Dilansir dari Bola, kesuksesan di Conference League menjadi persembahan gelar ketiga Glasner untuk klub tersebut.
Sebelum meraih trofi kompetisi Eropa ini, ia tercatat sukses membawa Crystal Palace menjuarai Piala FA setelah menumbangkan Manchester City. Gelar kedua diraih saat mengandaskan Liverpool dalam ajang Community Shield.
Beban mental serta fisik yang berat disinyalir menjadi alasan utama kepergian mantan pelatih Eintracht Frankfurt tersebut. Crystal Palace tercatat harus menjalani total 59 pertandingan di semua kompetisi sepanjang musim ini.
Faktor keluarga juga mendasari keputusan pelatih berusia 51 tahun tersebut. Anggota keluarganya tetap tinggal di Austria selama lebih dari dua tahun selama ia berkarier di kompetisi Liga Inggris.
"I akan pulang dan beristirahat di teras saya dan menikmati waktu bersama keluarga," jelas Glasner mengenai kepergiannya dari Palace.
Jadwal kompetisi yang padat membuat sang manajer merasa perlu memprioritaskan waktu bersama orang-orang terdekatnya saat ini.
"Dengan jadwal seperti ini, bagi saya sekarang juga saatnya memberi mereka waktu luang," tambah Glasner.
Selain masalah kelelahan fisik, hubungan sang pelatih dengan manajemen klub dilaporkan sempat memburuk pada bursa transfer Januari 2026. Perselisihan dipicu oleh keputusan Ketua Klub Steve Parish menjual kapten Marc Guehi ke Manchester City.
Glasner secara terbuka sempat mengkritik dewan direksi yang dinilai membiarkannya berjuang sendiri dalam situasi sulit musim dingin lalu. Saat ini, peracik strategi yang pernah menjuarai Liga Europa 2021/2022 bersama Eintracht Frankfurt itu belum memiliki rencana bergabung dengan klub baru.