OnePlus Putuskan Keluar dari Pasar Amerika Serikat dan Eropa

Share

OnePlus telah memberikan konfirmasi resmi mengenai keputusan mereka untuk hengkang dari pasar Amerika Serikat dan Eropa. Dilansir dari Detik iNET, produsen ponsel asal China ini dipastikan tidak akan merilis produk baru lagi di kedua wilayah tersebut.

Oppo selaku perusahaan induk menyatakan bahwa seluruh perangkat OnePlus yang kini beredar akan dialihkan ke sistem operasi ColorOS untuk pembaruan di masa mendatang. Langkah ini diambil guna menjamin kelangsungan dukungan perangkat pengguna.

Pihak perusahaan juga memastikan bahwa jaminan garansi serta layanan purnajual untuk produk yang sudah dibeli konsumen tetap berjalan sebagaimana mestinya.

"Pembaruan software dan dukungan purna jual akan tetap dijamin," kata Senior PR Manager Oppo di Eropa James Paterson kepada The Verge, seperti dikutip detikINET, Jumat (17/7/2026).

Oppo belum memberikan perincian mengenai mekanisme pemenuhan kesepakatan dukungan dan garansi di Amerika Serikat. Hal ini menjadi sorotan mengingat Oppo saat ini tidak memiliki kantor fisik di negara tersebut.

Meskipun OnePlus menarik diri, Oppo menegaskan tetap melanjutkan penjualan ponsel dan berbagai produk elektronik lainnya di pasar Eropa secara reguler.

Skema transisi perangkat OnePlus yang saat ini masih menggunakan OxygenOS ke sistem ColorOS milik Oppo dijadwalkan berlangsung dalam kurun waktu beberapa bulan ke depan.

CEO Oppo Eropa Elvis Zhoy menambahkan bahwa pengguna OnePlus tetap diberikan opsi untuk kembali menggunakan sistem OxygenOS secara manual jika mereka menginginkannya.

Kendati demikian, pengguna yang memilih kembali ke OxygenOS kemungkinan besar tidak akan memperoleh pembaruan sistem lagi pada masa mendatang.

Terkait kelangsungan operasional global, Zhou memilih untuk tidak memberikan komentar mengenai daftar negara yang masih akan memasarkan produk OnePlus.

Namun, laporan dari Bloomberg baru-baru ini mengindikasikan bahwa OnePlus juga berencana meninggalkan pasar India dan wilayah lain di luar China pada tahun 2027.

Merespons laporan tersebut, perwakilan Oppo Nicole Okpokiri menegaskan bahwa peta jalan peluncuran produk OnePlus di pasar domestik China tidak mengalami perubahan sama sekali.

Okpokiri turut mengonfirmasi rencana restrukturisasi untuk Realme yang merupakan sub-brand Oppo lainnya. Realme nantinya akan difokuskan penuh pada pasar internasional dan berhenti merilis produk baru di China.

Saat ini OnePlus diketahui sedang mempersiapkan peluncuran ponsel flagship teranyar mereka, yakni OnePlus 16. Meski begitu, kepastian mengenai perilisan global untuk perangkat flagship ini masih belum dapat dikonfirmasi.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
daffa-raihan-maulana
Author