Pakar IPB Soroti Pola Asuh dan Lingkungan Terkait Karakter Gen Alfa

Share

Ahli pengasuhan dan perkembangan anak IPB University Prof Dwi Hastuti menyoroti pengaruh lingkungan serta pola asuh keluarga terhadap fenomena generasi Alfa yang dinilai kurang tahan fisik pada Jumat (7/8/2026), dilansir dari Detikcom. Generasi Alfa yang lahir pada rentang 2010 hingga 2025 tumbuh beriringan dengan pesatnya perkembangan teknologi digital dan kemudahan fasilitas, termasuk keterbiasaan menggunakan pendingin ruangan sejak usia dini. "Dari perspektif psikologis, kondisi tersebut membuat anak-anak gen Alfa cenderung terbiasa memperoleh kemudahan sehingga karakter kegigihan, ketahanan mental, dan daya juang mereka berpotensi tidak sekuat generasi sebelumnya," ujar Prof Dwi Hastuti, Ahli Pengasuhan dan Perkembangan Anak IPB University.

Akses fasilitas yang memanjakan ini membentuk kebiasaan berpikir instan serta gaya hidup minim aktivitas fisik, yang juga dipengaruhi oleh pergeseran kebiasaan keluarga dan sekolah dalam mengutamakan kepraktisan mobilitas harian.

"Ajak anak untuk mengalami juga bagaimana jika ia harus jalan kaki, bagaimana jika tiba-tiba tidak punya uang, tidak punya aneka fasilitas yang membantu mereka. Hal ini agar anak terbiasa dengan manajemen risiko, sehingga ia tidak bermental 'lembek', mudah menyerah serta mudah putus asa," jelas Dwi Hastuti. Dalam pengasuhan, keterlibatan aktif orang tua melalui pemberian teladan dan pelibatan anak dalam berbagai kondisi sosial sekitar sangat diperlukan untuk melatih empati serta kemampuan berpikir kritis.

"Hal ini karena salah satu kunci keberhasilan anak di masa depan adalah individu yang agile, mudah beradaptasi, dan menyelesaikan masalah serta kreatif," jelas Dwi Hastuti.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
farhan-dwi-ramadhan
Author