Panas Ekstrem Rusak Lapangan PSG Pindahkan Laga Pembuka ke Rennes
Stadion Roazhon Park milik Rennes dipastikan menjadi arena laga pembuka Ligue 1 musim 2026-2027 bagi Paris Saint-Germain pada Minggu, 23 Agustus 2026. Perubahan status menjadi pertandingan tandang ini terjadi setelah gelombang panas ekstrem merusak parah permukaan lapangan Parc des Princes.
Keputusan penukaran status laga kandang dan tandang tersebut disahkan oleh Ligue de Football Professionnel (LFP) usai inspeksi lapangan pada Rabu, 19 Agustus 2026. Kerusakan fisik terjadi akibat gelombang panas berturut-turut dan kekeringan historis di wilayah Paris yang membuat rumput menguning serta mengering, meskipun stadion sempat dipakai laga persahabatan melawan Manchester United dua pekan sebelumnya.
Analisis AFP melalui Le Monde mencatat gelombang panas ketiga di Prancis sejak akhir Juli dikaitkan dengan perkiraan 7.300 kematian berlebih di seluruh negeri. Dampak krisis lingkungan ini memicu bahaya di permukaan lapangan, sehingga LFP menilai kualitas rumput tidak memenuhi standar keselamatan pemain.
Pengelola Ligue de Football Professionnel (LFP) menegaskan bahwa penilaian kondisi lapangan tidak memungkinkan laga digelar secara layak.
"Penilaian terhadap lapangan tidak memungkinkan pertandingan dimainkan dalam kondisi yang memuaskan, terutama berkaitan dengan keselamatan dan integritas fisik para pemain," ujar pejabat Ligue de Football Professionnel (LFP) dilansir dari BBC Sport.
LFP bersama manajemen klub sepakat bahwa keselamatan pemain menjadi prioritas utama yang tidak dapat dikompromikan.
"Gelombang panas terbaru, menyusul serangkaian gelombang panas berturut-turut dan luar biasa yang memengaruhi wilayah Paris pada musim panas ini, telah secara signifikan mempercepat kerusakan lapangan di Parc des Princes," bunyi pernyataan resmi Paris Saint-Germain melalui situs klub.
Pihak klub menambahkan bahwa jadwal pertandingan melawan Stade Rennais pada Minggu, 23 Agustus 2026 tidak bisa dipaksakan di markas utama.
"Lapangan itu kini rusak parah, hanya beberapa hari sebelum pertandingan Paris Saint-Germain – Stade Rennais yang dijadwalkan pada Minggu, 23 Agustus. Mengingat situasi ini, French Professional Football League (LFP), setelah berkonsultasi dengan Paris Saint-Germain, melakukan penilaian terhadap kondisi lapangan," tulis pernyataan PSG.
Hasil evaluasi resmi tersebut mengonfirmasi risiko cedera jika laga tetap berlangsung di Paris.
"Penilaian ini menyimpulkan bahwa kondisi saat ini tidak memungkinkan pertandingan dimainkan dalam kondisi yang memuaskan, khususnya terkait keselamatan dan integritas fisik para pemain, yang tetap menjadi prioritas mutlak," jelas manajemen klub.
Keputusan akhir pun menetapkan pembatalan penggunaan Parc des Princes untuk pekan perdana.
"Diputuskan bahwa kondisi lapangan saat ini tidak menjamin keselamatan para pemain," ungkap pihak berwenang LFP.
Saat ini PSG berpacu dengan waktu untuk menyelesaikan penggantian total rumput Parc des Princes sebelum menjamu AS Monaco pada 4 September 2026. Pihak klub juga telah menyiapkan mekanisme ganti rugi atau penukaran tiket bagi para pendukung yang terdampak perubahan jadwal ini.
Di tengah penyesuaian logistik ini, pelatih PSG Luis Enrique mengingatkan timnya untuk tetap fokus mempertahankan gelar domestik dan mengejar trofi Liga Champions ketiga secara beruntun.
"Semua orang berpikir kami bisa menang, tetapi itu baru teori. Sekarang kami harus membuktikannya di lapangan," ujar pelatih PSG Luis Enrique sebagaimana dikutip dari AFP.
Juru taktik asal Spanyol itu juga menekankan ketatnya persaingan di kompetisi Prancis.
"Ketika musim dimulai, semua orang mengatakan liga mudah. Tidak ada yang mudah," tutur Luis Enrique.
Kesiapan mental skuat Les Parisiens dalam menghadapi tantangan awal musim ini ditegaskan oleh lini tengah mereka.
"Kami masih lapar akan kemenangan dan trofi," tegas gelandang PSG Vitinha.