Pangeran Harry Ungkap Identitas Terbaru sebagai Ayah Purnawaktu
Kehidupan sehari-hari Pangeran Harry sejak menetap di California bersama keluarganya terus memicu rasa penasaran publik. Seperti dilansir dari Detikcom, Duke of Sussex kini secara blak-blakan membagikan identitas dan rutinitas terbarunya.
Saat hadir dalam podcast bertajuk Joe Marler Will See You Now, Harry sempat berkelakar mengenai profesi utamanya. Sang pembawa acara yang merupakan mantan pemain rugbi Inggris, Joe Marler, memintanya memperkenalkan diri dengan nama lengkap beserta pekerjaan.
Pria berusia 41 tahun itu kemudian memberikan jawaban mengenai identitasnya.
"Henry Albert Charles David, Duke of Sussex. Pekerjaan utama, Ayah purnawaktu. Veteran Angkatan Darat Inggris.
Pangeran Inggris. Duke. Tapi untuk hari ini, saya tidak tahu.
Anda mau panggil saya apa?" ujar Harry, yang akhirnya memilih dipanggil 'Duke' selama sesi tersebut.
Pernyataan Harry yang menyertakan gelarnya saat diminta menyebutkan nama lengkap kemudian menarik perhatian pakar kerajaan, Kinsey Schofield. Kepada Fox News Digital, Schofield menilai bahwa Harry masih sangat lekat dengan identitas kerajaannya karena menggunakan Duke of Sussex sebagai bagian dari namanya, alih-alih nama keluarga asli Mountbatten-Windsor.
Di sisi lain, penyiar asal Inggris Helena Chard menyebut bahwa julukan 'ayah purnawaktu' tersebut mengingatkan pada mendiang Ratu Elizabeth II. Berdasarkan laporan penulis biografi Hugo Vickers, Ratu Elizabeth pernah secara privat berseloroh bahwa Harry pergi ke California hanya untuk menjadi 'pengasuh anak'.
Meski tidak ada yang salah dengan menjadi ayah rumah tangga, para pengamat menilai Harry mungkin masih terus mencari pemenuhan atas tujuan hidupnya yang lebih besar. Kehadiran Harry di siniar tersebut sebenarnya bertujuan untuk mempromosikan Invictus Games mendatang yang akan digelar di Birmingham, Inggris, pada Juli 2027.
Saat Marler menyebutnya sebagai penemu kompetisi olahraga bagi veteran difabel tersebut, Harry langsung mengoreksinya dengan rendah hati. Ia menegaskan bahwa dirinya lebih memilih untuk disebut sebagai pendiri kompetisi tersebut.
Selain membahas kehidupan personal dan organisasi kemanusiaannya, Harry juga menunjukkan selera humor khas Inggrisnya. Ia tak segan membagikan preferensi hiburan ringannya, termasuk mengaku bahwa salah satu tontonan televisi favoritnya adalah reality show populer Love Island.