Pantai Matahari Cikembang Sukabumi Jadi Surga Peselancar Dunia

Share

Pantai Matahari Cikembang saat ini menyuguhkan pesona alam yang memikat sebagai destinasi selancar tersembunyi. Kawasan pesisir yang terletak di Desa Pasir Baru, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi tersebut kini menjadi magnet bagi wisatawan.

Dilansir dari Detik Travel, pemandangan alam di lokasi ini sangat memanjakan mata dengan rindangnya pepohonan besar yang membentuk kanopi alami. Area pasir pantai diramaikan oleh aktivitas pengunjung, sementara siluet perbukitan hijau tampak di kejauhan di balik kabut tipis.

Suasana di sekitar pantai terasa hidup dengan jajaran kursi santai yang menghadap langsung ke laut lepas. Wisatawan domestik maupun mancanegara dapat bersantai menikmati suasana alam yang diiringi deru angin dan deburan ombak.

Transformasi besar dari tempat wisata ini menyisakan cerita masa lalu yang jauh berbeda. Dahulu, area ini merupakan kawasan telantar yang tidak terurus dan dihindari oleh warga sekitar.

"Kalau sekarang indah, nyaman, banyak pepohonan. Tapi dulu, tempat wisata ini garung. Banyak ilalang, tidak terawat. Lahannya jadi sarang ular, kelabang, kalajengking semua ada di sini," ujar Jaro Hidayah, Kepala Desa Pasir Baru saat ditemui Sabtu (28/6/2025) lalu.

Tempat ini awalnya hanya sudut terpencil dari Pantai Cikembang yang tidak memiliki papan penanda serta memiliki akses jalan sangat sempit. Melihat potensi garis pantai yang landai, Jaro menggerakkan pemuda desa untuk membersihkan lahan tersebut.

"Saya urus lahannya, saya rapikan bersama pemuda desa. Kami juga minta izin ke pemilik lahan di sebelah, supaya bisa kita bersihkan," katanya.

Upaya pembersihan tersebut dilanjutkan dengan menandai lokasi di Google Maps serta mengunggah dokumentasi foto ke internet. Strategi sederhana ini berhasil menarik perhatian para pelancong dari berbagai negara secara bertahap.

"Sekarang Pantai Matahari Cikembang ini sudah dikenal. Kebanyakan pengunjung luar negeri itu dari Asia dan Eropa. Kalau Asia, dominasi dari Jepang dan Korea. Kalau Eropa, dari Austria, Jerman, Amerika, dan Australia juga ada," tuturnya.

Karakter ombak menjadi daya tarik utama yang memikat para pencinta olahraga air. Pengunjung dapat melihat aksi peselancar lokal dan asing yang meliuk menaklukkan gulungan ombak setinggi pinggang di kawasan tersebut.

"Spot surfing ini jadi unggulan. Ombaknya bersahabat, cocok buat pemula," tambah Jaro.

Di tepi pantai, terdapat sebuah warung bersahaja bernama Teras Arabella yang dikelola oleh istri Jaro. Warung dengan lantai keramik bersih ini menyediakan menu sederhana seperti mi rebus, kopi sachet, dan kelapa muda.

"Makanan juga masih makanan biasa, namun unggulannya adalah buah kelapa," ujarnya.

Jaro mengungkapkan keinginannya untuk mengembangkan fasilitas penunjang wisata di masa depan jika memiliki modal yang cukup. Kebutuhan tempat penginapan mulai dirasakan karena banyak wisatawan yang tertarik untuk bermalam.

"Kalau saya punya modal mungkin saya buat menu kopi khusus ya, robusta atau arabica. Atau saya buka semacam guest house, kalau ada modal. Karena tidak sedikit tamu yang ingin menginap di sini," kata Jaro.

Kesederhanaan fasilitas di pantai ini justru menjadi daya tarik tersendiri bagi para turis untuk melepas penat. Dalam mengelola pariwisata pariwisata setempat, pihak desa juga bersinergi dengan komunitas pemandu wisata dari wilayah tetangga.

"Saya juga banyak dibantu komunitas guide asal Cimaja. Banyak tamu asal luar negeri yang dibawa ke Pantai Matahari untuk sekadar melatih selancar air," katanya.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
annisa-nur-fadhilah
Author