Paraguay Ungguli Turki Lewat Gol Cepat Matias Galarza di California

Share

Gelandang tim nasional Paraguay Matias Galarza mencetak gol cepat untuk membawa timnya unggul sementara atas Turki dalam pertandingan kedua Grup D Piala Dunia 2026 di San Francisco Bay Area Stadium, Santa Clara, California, pada Sabtu, 20 Juni 2026.

Dilansir dari The New York Times, Galarza membobol gawang Turki yang dikawal Ugurcan Cakir pada menit kedua melalui tendangan kaki kiri akurat dari luar kotak penalti.

Gol yang tercipta dalam waktu 64 detik tersebut menjadi gol tercepat di Piala Dunia 2026 sejauh ini, sekaligus menempatkan Turki dalam tekanan besar setelah mereka mendominasi penguasaan bola hingga 78 persen di awal laga.

Sebelum pertandingan dimulai, situasi mendesak membayangi kedua tim karena sama-sama menelan kekalahan pada laga perdana, di mana Turki takluk 0-2 dari Australia dan Paraguay kalah 1-4 dari Amerika Serikat.

Analisis mengenai kondisi penuh tekanan dari kedua kesebelasan sebelum sepak mula sempat disampaikan oleh pengamat sepak bola.

"With both on zero points, someone needs to win here or else there will be a lot of pressure on them in the final group match to secure three points and advance. Paraguay was dreadful against the U.S. and Türkiye had a bunch of non-threatening shots against Australia. Expect both to score here in what could be a fairly open game." kata Chris Fallica, Pengamat Taruhan Fox Sports.

Menanggapi situasi krusial tersebut, manajer timnas Turki Vincenzo Montella melakukan tiga perubahan taktis pada susunan pemain mula dengan memasukkan Mert Müldür, Yunus Akgün, dan Kenan Yildiz.

Sebelum pertandingan emosional ini berlangsung, Montella sempat menyoroti dampak kritik media terhadap kondisi psikologis para pemain mudanya setelah kekalahan dari Australia.

"They are human beings, they are not robots, they are not machines. So they are affected by how exaggerated some reactions are," kata Vincenzo Montella, Pelatih Timnas Turki.

Di kubu berseberangan, pelatih Paraguay Gustavo Alfaro juga melakukan perubahan formasi dengan mencadangkan Damián Bobadilla serta Antonio Sanabria, lalu memasukkan Matias Galarza dan Isidro Pitta sejak awal laga.

Alfaro sebelumnya secara terbuka pasang badan untuk melindungi anak asuhnya dari kecaman publik setelah hasil buruk pada pertandingan pertama kontra Amerika Serikat.

"Criticize me. You can attack me but don't attack them. Protect them.

You know why? Because when the World Cup is over, I will leave, but they will stay. They will remain and they will continue to represent the country," tegas Gustavo Alfaro, Pelatih Timnas Paraguay.

Kekalahan telak dari Amerika Serikat pada laga pembuka tersebut diakui Alfaro terjadi akibat kompleksitas strategi lawan yang gagal dibendung oleh pasukannya.

"They dominated tactically, technically and physically … they create a pentagon in midfield …they have a solution to every problem." kata Gustavo Alfaro, Pelatih Timnas Paraguay.

Hingga pertengahan babak pertama di Santa Clara, pertandingan masih berlangsung dalam tempo tinggi dengan Paraguay yang tampil disiplin mempertahankan keunggulan satu gol.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
kartika-dewi-anggraini
Author