PBB Anugerahkan Medali Dag Hammarskjold untuk Personel Perdamaian RI

Share

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memberikan penghargaan anumerta Medali Dag Hammarskjold kepada dua personel penjaga perdamaian asal Indonesia yang gugur pada tahun 2025. Penghargaan tersebut diserahkan oleh Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dalam rangka Hari Internasional Penjaga Perdamaian pada Jumat, 29 Mei 2026, dilansir dari Detikcom.

Pusat Informasi PBB (UNIC) Indonesia mengungkapkan identitas dua personel yang menerima penghargaan tersebut. Kedua prajurit tersebut berasal dari misi pemeliharaan perdamaian yang berbeda di wilayah Afrika.

"Dua personel dari Indonesia tersebut yaitu Kopral Dua Eko Prambudi Santoso, yang bertugas bersama Misi Stabilisasi Organisasi PBB di Republik Demokratik Kongo (MONUSCO) dan Brigadir Polisi Kepala Sri Widodo yang bertugas bersama Misi Stabilisasi Terpadu Multidimensi PBB di Republik Afrika Tengah (MINUSCA)," demikian keterangan UNIC Indonesia.

PBB menetapkan total penerima Medali Dag Hammarskjold tahun ini sebanyak 68 orang. Selain dua personel asal Indonesia, medali ini dianugerahkan kepada 66 personel militer, polisi, dan sipil dari berbagai negara yang gugur saat bertugas.

Sekretaris Jenderal PBB menilai keberadaan pasukan perdamaian sangat krusial dalam menjaga stabilitas global. Dia juga menyoroti kebutuhan krusial yang mendesak bagi kelancaran operasi di lapangan.

Sekjen PBB menyebut pasukan perdamaian PBB merupakan cara yang paling optimal dalam memulihkan stabilitas saat ketegangan dunia meningkat seperti saat ini. Namun, dia mengingatkan upaya tersebut memerlukan dukungan politik yang konsisten dari negara-negara anggotanya serta dukungan finansial yang dapat diandalkan.

Perlindungan terhadap para penjaga perdamaian menjadi poin utama yang ditegaskan oleh Guterres. Pemimpin PBB itu mendesak seluruh negara anggota untuk bertanggung jawab penuh atas keselamatan seluruh personel.

"Tidak seorang pun seharusnya meninggal saat mengabdi demi perdamaian," kata dia menegaskan.

Pihak PBB juga mengumumkan rencana pemberian medali serupa untuk empat personel penjaga perdamaian asal Indonesia lainnya yang gugur bersama Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL). Keempat prajurit tersebut gugur akibat konflik Israel-Hizbullah awal tahun ini dan akan menerima medali pada upacara tahun depan.

Data UNIC Indonesia menunjukkan saat ini terdapat lebih dari 50.000 personel dari 118 negara yang berpartisipasi dalam 11 misi perdamaian PBB. Indonesia menempati peringkat keenam sebagai kontributor terbesar dengan mengirimkan hampir 2.000 personel militer dan polisi, termasuk 156 personel perempuan.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
farhan-dwi-ramadhan
Author