PBB Beri Penghargaan Anumerta untuk Dua Pasukan Perdamaian Indonesia

Share

Perserikatan Bangsa-Bangsa bakal menganugerahkan medali kehormatan Dag Hammarskjold kepada dua personel pasukan perdamaian asal Indonesia yang gugur dalam tugas pada tahun lalu. Dilansir dari BloombergTechnoz, upacara penghormatan anumerta berskala global ini dijadwalkan berlangsung di Markas Besar PBB pada Jumat pekan depan (05/06/2026).

Pemberian penghargaan ini merupakan bagian dari agenda Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres untuk menghormati sekitar 4.500 penjaga perdamaian yang wafat sejak tahun 1948. Pada momentum Hari Internasional Penjaga Perdamaian tersebut, apresiasi khusus akan diberikan kepada 68 personel militer, polisi, dan sipil yang gugur dalam beberapa waktu terakhir.

Dua personel TNI dan Polri asal Indonesia yang menerima medali tersebut adalah Kopral Dua Eko Prambudi Santoso dan Brigadir Polisi Kepala Sri Widodo. Kopral Dua Eko Prambudi Santoso diketahui bertugas pada Misi Stabilisasi Organisasi PBB di Republik Demokratik Kongo (MONUSCO), sedangkan Brigadir Polisi Kepala Sri Widodo mengabdi dalam Misi Stabilisasi Terpadu Multidimensi PBB di Republik Afrika Tengah (MINUSCA).

"Pada Hari Internasional ini, kita menghormati para penjaga perdamaian, baik yang telah mendahului kita maupun yang masih bertugas saat ini, serta menegaskan kembali tanggung jawab bersama kita untuk menghormati dan memperkuat kerja mereka," kata Antonio.

Sekretaris Jenderal PBB tersebut juga menekankan pentingnya jaminan keselamatan bagi seluruh personel yang berada di wilayah konflik global. Ia mengingatkan bahwa segala bentuk serangan terhadap pasukan perdamaian merupakan tindakan yang melanggar hukum internasional.

"Tidak seorang pun seharusnya meninggal saat mengabdi demi perdamaian. Serangan terhadap penjaga perdamaian merupakan pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional, dan Negara-Negara Anggota harus memenuhi kewajiban mereka untuk memastikan keselamatan dan keamanan personel PBB setiap saat." ujar Antonio.

Kondisi di lapangan saat ini dinilai semakin kompleks akibat fragmentasi konflik dan munculnya ancaman baru seperti disinformasi digital. Meski demikian, operasi ini dipandang tetap menjadi langkah taktis yang efisien dalam memulihkan stabilitas wilayah konflik.

Menurut Antonio, penjagaan perdamaian merupakan cara yang terbukti dan hemat biaya untuk memulihkan stabilitas dan harapan di tengah kondisi yang tinggi konflik. Namun, kata dia, penjagaan perdamaian ini ternyata membutuhkan dukungan politik yang konsisten—serta dukungan finansial yang dapat diandalkan.

Secara global, terdapat lebih dari 50.000 personel dari 118 negara yang tersebar di 11 misi perdamaian PBB. Indonesia sendiri menempati peringkat keenam sebagai negara kontributor personel terbesar dengan mengirimkan hampir 2.000 personel militer dan polisi, termasuk 156 personel perempuan.

Selain penyerahan Medali Dag Hammarskjold, upacara khusus itu juga diisi dengan penyerahan "Captain Mbaye Diagne Medal for Exceptional Courage" kepada Kopral Matias Reyes dari Uruguay dan mendiang Sergii Prykodko dari Ukraina. Penghargaan lain seperti Military Gender Advocate of the Year 2025 diberikan kepada Mayor Abhilasha Barak dari India, serta UN Woman Police Officer of the Year diraih oleh Stephanie Königs dari Jerman.

Pihak manajemen operasi perdamaian PBB menegaskan bahwa investasi pada sektor ini menjadi krusial di tengah eskalasi konflik dunia yang terus meningkat dan keterbatasan sumber daya.

"Pada saat konflik meningkat dan sumber daya semakin terbatas, para penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa terus melindungi warga sipil, mencegah kekerasan agar tidak meningkat, dan menjaga harapan tetap hidup di sejumlah lingkungan paling sulit di dunia. Berinvestasi dalam penjaga perdamaian berarti berinvestasi dalam stabilitas, pencegahan, dan kemungkinan terciptanya perdamaian itu sendiri," kata Jean-Pierre Lacroix, Wakil Sekretaris Jenderal untuk Operasi Perdamaian.

Sementara itu, Indonesia kembali kehilangan empat personel perdamaian yang bertugas bersama Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) tahun ini akibat konflik Israel-Hizbullah. Para personel yang gugur tersebut dijadwalkan menerima Medali Dag Hammarskjold secara anumerta pada upacara penghargaan tahun depan.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: pasukan perdamaian pbb polri tni
Editors Team
gilang-permana-putra
Author