Pekerja di China Ubah Foto Bos Jadi Hewan Peliharaan Virtual AI
Para pekerja kantoran di China memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan untuk mengolah foto bos mereka menjadi hewan peliharaan virtual di layar komputer. Tren unik ini marak digunakan sebagai sarana meredakan stres akibat tekanan pekerjaan, dilansir dari Detik Finance. Hewan peliharaan digital sebenarnya pernah populer di platform perpesanan China pada awal 2000-an.
Saat itu, kinerjanya hanya sebatas bergerak mengitari layar saat pengguna berselancar di internet. Pengembangan AI kini membawa interaksi pendampingan emosional yang jauh lebih responsif. Pengguna bebas menyesuaikan tampilan fisik hingga respons gerakan karakter digital tersebut sesuai keinginan.
Kepopuleran tren ini meningkat sejak Agustus setelah seorang pengguna internet bernama Jiuyuechushi mengunggah avatar Elon Musk di desktopnya. Unggahan tersebut memperlihatkan cara mengubah sosok atasan menjadi teman virtual secara mudah.
Avatar berbasis AI ini dapat diprogram untuk bersujud, menampar diri sendiri, hingga menyajikan teh virtual. Karakter tersebut juga bisa memperlihatkan ekspresi berjuang saat diseret memakai mouse di sepanjang tepi halaman web. Sejumlah pengguna media sosial membagikan pengalaman mereka mengubah karakter atasan agar mengucap kalimat tertentu. Beberapa di antaranya memprogram avatar untuk mengucapkan frasa seperti tidak ada lembur atau menjanjikan kenaikan gaji.
Beberapa pekerja memilih memanfaatkan tampilan tersebut saat jam istirahat. Hal ini dianggap sebagai bentuk perlawanan kecil terhadap tekanan kerja tanpa perlu melakukan tindakan ekstrem seperti mengundurkan diri. Meski menjadi sarana hiburan, para ahli hukum mengingatkan adanya bahaya melanggar aturan. Penggunaan wajah seseorang tanpa izin untuk hal yang merendahkan berpotensi melanggar hak potret individu yang bersangkutan.